jpnn.com, JAKARTA - Hilmar Farid ditunjuk sebagai direktur eksekutif yang akan memimpin Megawati Institute. Keputusan ini diambil berdasarkan kompetensi dan rekam jejaknya.
"Penetapan Hilmar Farid, mantan Direktur Jenderal Kebudayaan periode 2015 hingga 2024, dilakukan karena kompetensi kepemimpinan, network yang luas, dan bisa bertindak sebagai jembatan yang sangat baik dengan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga kajian kebijakan strategis," jelas Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mendampingi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri meninjau kantor baru Megawati Institute di samping kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, pada Selasa (20/1).
BACA JUGA: Megawati Kunjungi Kantor Baru Megawati Institute yang Dipimpin Hilmar Farid
Pengukuhan peran Hilmar Farid ini berlangsung saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meninjau kantor baru didampingi putranya, Prananda Prabowo, dan jajaran pengurus PDIP.
"Ini merupakan kunjungan pertama Ibu Megawati ke kantor Megawati Institute yang beberapa hari lalu di Rakernas ditandatangani akte notarisnya. Dalam waktu dekat kantor baru ini akan dioperasikan," jelas Hasto.
BACA JUGA: Megan Domani Ungkap Pengalaman Jadi Istri Kedua Gunawan di Film Tuhan Benarkah Kau Mendengarku?
Megawati cukup takjub karena kantor menjadi representatif hanya dalam tiga hari, mendapat penjelasan dari Hasto. "Arsiteknya Mas Prananda, sampai harus lembur 3 hari 3 malam. Ini semacam mission impossible," ujar Hasto.
Selama kunjungan, Megawati banyak berbincang dan memberi arahan. Setelah mengelilingi ruangan dan perpustakaan, Megawati mengajak semua untuk bicara santai di ruang rapat.
BACA JUGA: Sutiyoso Cerita Awal Mula Rencana Proyek Monorel, Dapat Restu Megawati
"Ibu Megawati menyampaikan harapan-harapan terhadap Megawati Institute sebagai wadah pemikiran yang berfokus pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945, Pola Pembangunan Semesta dan Berencana, hingga menghadirkan seluruh kepemimpinan strategis Megawati Soekarnoputri," urai Hasto.
Lebih lanjut, Hasto menyampaikan arahan bahwa Megawati Institute harus menjadi pusat kajian yang strategis. "Megawati Institute harus menjadi pusat kajian kebijakan strategis melalui kegiatan penelitian, penggalangan tokoh-tokoh intelektual dan cendekiawan, serta mendorong kesadaran berpikir kritis dan dialektis," tambahnya.
Dengan penunjukkan Hilmar Farid, institut ini diharapkan dapat menjalankan mandat tersebut secara optimal. (jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jakarta Pertamina Enduro Masih Tertatih, Megawati Hangestri Pertiwi cs Belum Padu
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




