Bursa Asia Tertekan, Investor Cemas Soal Ancaman Tarif Trump

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Asia ditutup melemah pada perdagangan di Selasa (20/1). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus menjadi perhatian akibat tuntutan hingga ancaman perang dagangnya terhadap Eropa.

Dilansir Rabu (21/1), berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dari Bursa Asia. Hampir semua bursa mencatatkan penurunan dalam perdagangan kali ini:

  • Hang Seng (Hong Kong): Turun 0,29% ke 26.487,51
  • CSI 300 (China): Turun 0,33% ke 4.718,88
  • Shanghai Composite (China): Turun 0,01% ke 4.113,65
  • Nikkei 225 (Jepang): Turun 1,11% ke 52.991,10
  • Topix (Jepang): Turun 0,84% ke 3.625,60
  • Kospi (Korea Selatan): Turun 0,39% ke 4.885,75
  • Kosdaq (Korea Selatan): Naik 0,83% ke 976,37

Dari Tokyo, Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi mengumumkan rencana membubarkan parlemen pekan ini dan menggelar pemilu cepat pada Februari. Langkah tersebut berpotensi membuka jalan bagi stimulus fiskal tambahan di Jepang.

Pemilu tersebut diperkirakan menjadi ajang bagi pemerintah untuk mencari dukungan publik terhadap agenda stimulus fiskal, pemotongan pajak serta rencana peningkatan belanja pertahanan. Namun, kekhawatiran pasar muncul terkait sumber pendanaan kebijakan tersebut, yang memicu aksi jual tajam pada obligasi pemerintah dari Jepang.

Di China, pasar hanya mendapat dukungan terbatas dari data produk domestik bruto (PDB) yang menunjukkan ekonomi mencapai target pertumbuhan 5%. Data kuartal keempat mencatat perlambatan pertumbuhan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Sentimen pasar global kembali tertekan oleh ucapan dari Trump. Ia menegaskan akan mengenakan tarif terhadap negara-negara blok euro hingga mereka menyerahkan Greenland ke Amerika Serikat. Trump juga tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Pernyataan tersebut meningkatkan kecemasan pasar, terutama setelah sang presiden melakukan aksi militer di Venezuela.

Baca Juga: Saham Bank Bergerak Variatif Seiring Masuknya Keponakan Prabowo ke Bursa Calon Deputi BI

Eropa secara luas menolak tuntutan Trump. Sementara sejumlah negara memperingatkan kemungkinan langkah balasan ekonomi terhadap Washington.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saat Kilang Butuh Pasokan, Pertamina Justru Ekspor Minyak Berdasarkan Data ”Usang”
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Polisi Pastikan Richard Lee Akan Penuhi Panggilan Pemeriksaan Lanjutan
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Akan Bertemu PM Inggris Keir Starmer Hari Ini Selasa 20 Januari 2026
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Dari Brimob Aceh ke Garis Depan Donbass: Mengapa Tentara Bayaran Rusia Menjadi Pilihan Fatal?
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Sinopsis JEJAK DUKA DIANDRA SCTV Episode 17, Hari Ini Selasa 20 Januari 2026: Diandra Terjepit Masalah, Pertemuan Tak Terduga Picu Ketegangan Baru
• 18 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.