TANGERANG, KOMPAS.com - Aktivitas jual beli di Pasar Cipadu, Kota Tangerang, terus meredup dari tahun ke tahun.
Pasalnya, lokasi yang dahulu dikenal sebagai pusat kain dan pakaian terbesar di Tangerang ini kini tampak semakin lengang.
Pantauan Kompas.com, Selasa (20/1/2026), deretan kios di Pasar Cipadu terlihat banyak yang tutup. Hanya beberapa kios yang memajang sejumlah gulungan kain di lokasi itu.
Baca juga: Diangkut Lalu Muncul Lagi, Sampah di Pasar-pasar Tangsel Hanya Bergeser Lokasi
Beberapa kios dibiarkan kosong, sementara pedagang yang masih bertahan terlihat duduk termenung, bahkan ada juga mengobrol sambil menunggu pembeli yang tak kunjung datang.
Arus pengunjung pun jauh berkurang dibandingkan beberapa tahun lalu.
Hal itu terlihat dari lorong-lorong pasar yang dahulu sempat dipadati pembeli kini dapat dilalui dengan leluasa tanpa harus berdesakan.
Selama Kompas.com menyusuri lokasi itu, jarang sekali terdengar suara tawar-menawar yang menjadi ciri khas pasar tradisional.
Hanya terdengar suara pedagang yang menawarkan produknya kepada setiap orang yang melintas di depan kios mereka.
Penjualan merosot sejak pandemi
Kondisi itu dirasakan para pedagang setiap hari, dari pagi hingga sore. Meski pekerjaan yang dilakukan saat ini tak banyak menguras tenaga, justru bagi mereka jadi sangat melelahkan.
Pasalnya, mereka harus menunggu dan berharap datang pembeli dan mampir ke kios mereka.
Salah satunya adalah Mukhlis (50), yang sudah 25 tahun menjadi pedagang kain di Toko Sabana Textile.
Baca juga: Sampah Masih Menumpuk, Warga Tangsel Pertanyakan Hasil Status Darurat
Ia mengakui kondisi Pasar Cipadu saat ini sangat jauh berbeda dari pada awal toko itu berdiri.
Ketika itu, setiap harinya kondisi pasar sangat ramai oleh pembeli, bahkan untuk parkiran kendaraan pun tidak muat.
Namun, seiiring jalannya waktu, kondisi itu mulai merosot. Puncaknya ketika pandemi Covid-19 melanda pada 2020.