REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer di Kantor PM Inggris, 10 Downing Street, London, Selasa (20/1/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Prabowo ke Inggris dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis kedua negara.
Setibanya di Kantor PM Inggris, Presiden Prabowo disambut secara langsung oleh PM Starmer. Kedua pemimpin kemudian mengabadikan momen pertemuan dalam sebuah foto bersama sebelum menuju white room untuk menggelar pertemuan tete-a-tete dalam suasana yang hangat dan konstruktif.
- Berikut Daftar 28 Perusahaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar, yang Izinnya Dicabut Prabowo
- Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari Tbk!
- Imbas Bencana di Tiga Provinsi Sumatera, Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan
Dalam pengantarnya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pada kunjungan kerjanya di Inggris kali ini yang berjalan sangat produktif. RI 1 mengungkapkan, ia telah melakukan sejumlah pertemuan penting, termasuk pertemuan yang membahas penguatan kerja sama maritim kedua negara.
"Saya bertemu dengan CEO Babcock. Kami sangat senang untuk melanjutkan kemitraan maritim ini. Saya pikir ini akan sangat penting dan strategis bagi Indonesia. Saya rasa ini akan menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi maritim kita," ucap Prabowo.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Selain maritim, Prabowo turut menyampaikan agendanya untuk melakukan diskusi konstruktif dengan berbagai pihak Inggris di sejumlah bidang lainnya. "Hari ini saya akan mengadakan diskusi lagi dengan para pemimpin bisnis dari Inggris. Juga dengan para pemimpin dari kelompok universitas Russell Group," katanya.
Dia pun merasa produktif dengan berbagai pertemuan tersebut. "Jadi, saya rasa ini sangat produktif. Dan saya sangat menghargai hubungan kita, Perdana Menteri," ucap Prabowo.
Sementara PM Starmer menganggap, kunjungan Prabowo mencerminkan kemajuan pesat hubungan kedua negara, khususnya setelah tercapainya kemitraan strategis. Terkait kerja sama maritim Indonesia-Inggris, PM Starmer menilai, kerja sama tersebut memberikan manfaat nyata bagi negaranya, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja.
"Terima kasih juga atas perjanjian maritim yang telah kita tandatangani, meskipun secara virtual di G20. Dan itu diukur dari banyak sekali lapangan pekerjaan yang benar-benar penting bagi Inggris," kata PM Starmer.



