Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal rawan turun pada perdagangan Rabu (21/1). Indeks diprediksi menurun usai ditutup positif pada perdagangan hari Selasa (20/10).
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mewaspadai akan adanya koreksi lanjutan ke rentang area 9.088–9.106 di mana masih merupakan bagian dari wave (v) dari wave [iii].
“Area penguatan berada di 9.192–9.229,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (21/1). MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 9.008 dan 8.956. Sementara resistance terdekat berada di 9.227 dan 9.192.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akumulasi beli di rentang Rp 5.750–Rp 6.200 dengan target harga di Rp 6.950–Rp 7.325, sementara level stoploss di bawah Rp 5.500.
Kemudian PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) buy on weakness di Rp 9.875–10.100 dengan target ke Rp 10.650–11.175, dan stoploss jika ke Rp 9.725.
Lalu PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) direkomendasikan speculative buy pada area Rp 410–Rp 416 dengan target harga di Rp 426–Rp 432, serta stoploss di bawah Rp 408.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas mengatakan, secara teknikal momentum naiknya IHSG mulai menunjukkan tanda pelemahan. Indikator MACD mengindikasikan potensi distribusi, sementara Stochastic RSI berpeluang membentuk death cross di area overbought.
“Sehingga perlu diwaspadai potensi terjadi pullback akibat profit taking, dengan pergerakan IHSG diperkirakan pada kisaran 9.000–9.150,” tulis Phintraco Sekuritas dalam analisisnya, Rabu (21/1).
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).


