SPPG Tulungagung dihentikan setelah insiden ratusan siswa alami diare

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Kabupaten Tulungagung diminta menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul keluhan diare yang dialami ratusan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu.

Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Jawa Timur Sony Welly Ahmadi mengatakan penghentian sementara dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Baca juga: BGN: SPPG Tulungagung masih dievaluasi pasca-insiden keracunan massal

"Kami menerima laporan ada 123 pelajar mengalami diare diduga setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (19/1). Hari ini kami melakukan peninjauan langsung ke sekolah dan SPPG," kata Sony di Tulungagung, Selasa.

Peninjauan lapangan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Tulungagung, Badan Gizi Nasional (BGN), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat untuk mengevaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan higienitas dapur SPPG, sekaligus pengambilan sampel makanan.

Sony menjelaskan menu MBG yang dikonsumsi pelajar pada Senin (19/1) terdiri atas nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, sambal kecap, selada, dan buah semangka.

Sementara menu MBG untuk Selasa belum sempat dibagikan karena langsung ditarik setelah muncul keluhan diare.

"Dugaannya berasal dari menu yang dikonsumsi kemarin, karena makanan untuk hari ini belum dibagikan," ujarnya.

Baca juga: BGN: Pengawasan SPPG diperketat untuk cegah keracunan makanan

Baca juga: SPPG Polres Tulungagung II mulai beroperasi sediakan seribu porsi MBG

Selain 123 pelajar yang melaporkan diare, pihaknya juga menerima informasi sekitar 70 pelajar tidak masuk sekolah dengan alasan sakit.

Namun, Satgas MBG masih mendalami apakah ketidakhadiran tersebut berkaitan dengan konsumsi MBG atau disebabkan faktor lain.

Sebagai langkah antisipasi, Satgas MBG telah meminta Dinas Kesehatan Tulungagung menyiagakan 32 puskesmas di wilayah setempat untuk menangani kemungkinan adanya pelajar yang membutuhkan perawatan lanjutan.

"Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya. Untuk sementara, operasional SPPG kami hentikan hingga hasil pemeriksaan keluar," kata Sony.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Debut di Istora Berbuah Manis, Faathir Devin Tembus Babak Utama Indonesia Masters 2026
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Disdik Jakarta Terbitkan SE Pembatasan Gawai di Sekolah, Siswa Boleh Bawa HP tapi Dikumpulkan
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Pesona Janice Tjen Kalahkan Petenis Unggulan di Australia Open 2026
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Korban Bertambah, Seorang Perempuan Ngaku Rugi Rp1 M Terkait Dugaan Penipuan Trading Kripto Seret Nama Timothy Ronald
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Tren Warna Rambut 2026: Dari Ethereal Blonde hingga Candlelit Brunette
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.