Sebagai pendatang baru, PT Sailun Tire Indonesia langsung melakukan penggarapan serius terhadap pasar Tanah Air. Bukan hanya berniaga, tapi juga ikut berperan dalam pertumbuhan ekosistem manufaktur lokal.
Fasilitas Sailun yang berlokasi di Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS), Kabupaten Demak, Jawa Tengah bukan sekadar pusat pembuatan produk ban yang sudah ada untuk dijual secara massal. Melainkan turut tersedia tim research & development (R&D) guna mempelajari kebutuhan konsumen nasional.
“Tim R&D kami secara khusus menyesuaikan kompon karet dan desain tapak ban dengan iklim panas dan lembab di Indonesia, sehingga meningkatkan daya cengkeram di jalan basah dan ketahanan pada suhu tinggi,” urai Vice President of Manufacturing Center Sailun Group, Gao Liting di Semarang, Sabtu (17/1/2026).
Tak hanya tentang struktur dan ketahanan ban, riset yang dilakukan juga ditujukan supaya ban Sailun di Indonesia bisa sesuai dengan karakteristik konsumen. Meliputi ban yang nyaman dan bisa diandalkan.
“Untuk pasar Indonesia, kami menghadirkan lini produk yang tersegmentasi dengan jelas, mulai dari ban untuk kenyamanan dan efisiensi di perkotaan, ban all-terrain untuk kondisi jalan yang kompleks, hingga ban heavy-duty untuk lingkungan kerja yang ekstrem,” tandas Gao.
Proses risetRiset tidak dimulai saat sudah masuk Indonesia saja. Sebelumnya, Sailun telah mengirim tim tire engineer ahli dari China untuk melakukan pengambilan data agar bisa lebih sesuai dengan pasar otomotif nasional.
Waktu riset dan pengembangan ban pun bervariasi, bergantung pada jenis dan tipe yang diusung. Paling singkat bisa dilakukan terhadap ban PCR atau ban untuk kendaraan penumpang yang membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan.
Kemudian, tipe TBR untuk truk dan bus memerlukan durasi lebih lama hingga tiga sampai empat bulan. Sementara, jenis offroad tire radial atau OTR memakan waktu pengembangan hingga satu tahun.
Melalui PT Sailun Manufacturing Indonesia, proses produksi ban merek Sailun di Tanah Air telah beroperasi sejak pertengahan tahun 2025 lalu.
Vice President of Manufacturing Center Sailun Group, Gao Liting mengatakan, besaran investasi yang dituang ke pabrik Indonesia menyentuh USD 251 juta atau setara Rp 3,9 triliun.
”Ini merupakan proyek strategis dengan total investasi sebesar USD 251 juta, yang telah resmi beroperasi pada Mei 2025 lalu,” tandanya
Fasilitas produksi yang berlokasi di Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS), Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini merakit berbagai jenis ban. Mulai dari PCR, TBR, OTR, ban dalam, dan flap.
Saat ini, kapasitas produksi yang tersedia mencapai 3 juta unit ban mobil penumpang, 600 ribu ban truk dan bus, serta 37 ribu ton ban offroad. Lokalisasi ragam jenis ban ini bertujuan untuk memberikan portofolio produk yang lengkap di pasar domestik.



