CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan data pergerakan langkah kaki yang sempat terdeteksi dari smartwatch milik kopilot pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) PK-THT, M. Farhan Gunawan, bukan berasal dari aktivitas pascakecelakaan di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros–Pangkep.
Sebelumnya, kakak dari kekasih kopilot Farhan, Pitri Keandedes Hasibuan mengatakan dalam sebuah video yang tersebat di sosial media bahwa terbaca pergerakan kaki dari jam pintar Farhan.
Langkah kaki itu terus bertambah pada Minggu (18/1) pukul 18.53 WITA hingga 22.46 WITA.
Namun Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa hasil penelusuran bersama Polda Sulawesi Selatan mengungkapkan data tersebut merupakan rekaman lama yang tercatat beberapa bulan sebelum insiden terjadi.
“Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan dan yang bersangkutan sudah dimintai keterangan, setelah dibuka bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan lalu waktu korban masih di Jogja, dan itu sudah di-clear kan tadi pagi, dari pihak keluarga juga sudah memahami,” ujar Syafii kepada awak media, Selasa (20/1).
Syafii menjelaskan, data langkah kaki tersebut terbaca dari ponsel iPhone milik korban yang masih terhubung dengan smartwatch. Berdasarkan penelusuran, ponsel tersebut diduga berada di tangan kekasih Farhan, Dian Mulyani Hasibuan.
“Dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu diproses,” kata Syafii.
"Saya sampaikan kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat, ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup,” lanjutnya.
Hingga saat ini, operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar masih berlangsung.
Proses pencarian menghadapi tantangan medan pegunungan yang terjal serta kondisi cuaca yang kerap berubah di kawasan Pegunungan Bulusaraung.
Hingga Rabu (21/1) pagi sudah ada 2 korban yang dievakuasi. Korban pertama ditemukan sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung, sedangkan korban kedua ditemukan di jurang dengan kedalaman diperkirakan 500 meter, di medan tebing curam dan berbatu.
Laporan: Rifki




