Pesawat Air Force One yang membawa Donald Trump Presiden Amerika Serikat mendarat darurat di Joint Base Andrews, dekat Washington, pada Selasa (20/1/2026) malam waktu setempat.
Pendaratan dilakukan tak lama setelah lepas landas menyusul ditemukannya gangguan teknis ringan pada sistem kelistrikan pesawat.
Gedung Putih menyebut masalah tersebut sebagai “minor electrical issue” yang teridentifikasi oleh awak pesawat sesaat setelah penerbangan dimulai. Demi alasan keselamatan, pesawat Boeing 747 yang digunakan Trump segera kembali ke pangkalan udara.
Setelah mendarat, perjalanan Trump dilanjutkan menggunakan pesawat pengganti berjenis Boeing 757. Pesawat tersebut lepas landas kembali sesaat setelah tengah malam waktu setempat, lebih dari dua jam setelah jadwal keberangkatan awal.
Trump tengah dalam perjalanan menuju Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum bersama para pemimpin dunia lainnya. Meski sempat mengalami kendala teknis, agenda perjalanan Presiden AS tersebut dipastikan tetap berjalan sesuai rencana.
Insiden keselamatan penerbangan yang melibatkan presiden atau wakil presiden Amerika Serikat tergolong jarang terjadi, meskipun bukan hal yang sepenuhnya baru.
Pada 2011, pesawat Air Force One yang membawa PBarack Obama sempat membatalkan pendaratan akibat cuaca buruk saat menuju Connecticut. Sementara pada 2012, pesawat Air Force Two yang ditumpangi Joe Biden Wakil Presiden AS saat itu, pernah menabrak burung di California, namun berhasil mendarat dengan aman. (saf/ipg)



