Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mengalokasikan dana sebesar Rp1 triliun untuk merealisasikan pembangunan Stadion Internasional Provinsi Kalimantan Selatan.
Saat ini, tahapan berproses pada pengadaan lahan senilai Rp65 miliar yang melibatkan 35 pemilik tanah.
Seluruh pemilik lahan yang terdampak telah menyatakan kesediaan mereka dalam konsultasi publik yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Kamis (15/1/2026).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Ariadi Noor menyatakan komitmen pemilik lahan menjadi momentum strategis bagi kelanjutan proyek infrastruktur yang termasuk dalam janji politik ke-8 dari 10 janji pembangunan Gubernur Kalimantan Selatan.
"Alhamdulillah, dari hasil yang kita saksikan bersama, seluruh pemilik lahan menyatakan bersedia dan siap mendukung. Lahan mereka siap digunakan untuk pembangunan Stadion Internasional kita," kata Ariadi Noor dalam keterangan resmi yang dikutip, Selasa (20/1/2026).
Kendati demikian, pernyataan kesediaan tersebut masih memerlukan serangkaian proses lanjutan yang tidak sederhana.
Baca Juga
- PLN Operasikan Gardu Induk 150 kV di KEK Setangga, Dorong Industri Hilirisasi Kalsel
- Prabowo Bertolak ke Balikpapan dan IKN Usai Resmikan Sekolah Rakyat di Kalsel
- Seperti Influenza Musiman, Pemprov Kalsel Tetap Siaga Super Flu
Proses penilaian dan penetapan harga lahan akan dilaksanakan oleh pihak berwenang, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Ariadi menegaskan pendekatan pemerintah dalam skema kompensasi yang berbeda dari praktik konvensional.
"Yang jelas, tidak ada istilah ganti kerugian, tetapi ganti keuntungan. Komitmen pemerintah adalah memastikan masyarakat pemilik lahan tidak dirugikan, bahkan justru merasa diuntungkan," tegasnya.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa pembangunan stadion akan dilaksanakan dengan skema pendanaan multiyears (bertahun jamak) guna mengantisipasi besaran anggaran yang mencapai angka triliunan rupiah.
"Mudah-mudahan dari awal hingga akhir proses, mulai pengadaan lahan sampai pembangunan fisik yang kemungkinan bersifat multiyears, tidak mengalami hambatan. Pendanaan multiyears juga sudah kita siapkan," jelasnya.
Adapun Ariadi berharap pembangunan stadion ini tidak hanya menjadi sarana olahraga bertaraf internasional, tetapi juga mendorong berkembangnya industri olahraga serta pengembangan kawasan strategis di sekitar bandara.
"Sejalan dengan visi pembangunan daerah dan penguatan peran Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik Kalimantan," pungkasnya.



