Usai Bos Scam Chen Zi Dideportasi, Ratusan Pekerja Scam Tinggalkan Kamboja

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Ratusan orang membawa koper-kopernya, sementara yang lain nampak menggotong komputer, monitor hingga hewan peliharaan dari Kasino Amber, yang terletak di pinggiran pantai kota Sihanoukville salah satu kota yang marak dengan bisnis scam ilegalnya. Dilansir AFP, orang-orang ini mulai meninggalkan kota tersebut usai Chen Zi, salah satu bos scam yang paling diburu ditangkap dan dideportasi ke China.

"Kamboja sedang bergejolak, sudah tidak aman untuk bekerja di sini," kata seorang pekerja dari etnis China, kepada AFP, Senin (20/1).

Yang disampaikan pekerja ini tercermin di sejumlah lokasi lain di Kamboja. Sebab, pada pekan lalu di sejumlah kompleks-kompleks bisnis scam, pemandangan serupa juga terjadi.

Mereka adalah para pekerja yang dijanjikan upah tertentu, tapi bekerja di sebuah kompleks yang tertutup dari dunia luar. Sejumlah pekerja kabur beberapa hari sebelum penggerebekan yang dilakukan otoritas Kamboja.

Kebanyakan, bisnis scam ini menargetkan orang-orang China, dengan modus rayuan asmara palsu sampai investasi mata uang kripto.

Jurnalis AFP sempat mendatangi sarang-sarang bisnis scam ini. Beberapa dari mereka mau membuka diri.

"Perusahaan kami di China mengatakan, bahwa kami harus pergi sekarang juga," kata seorang pekerja dari Bangladesh di depan Kasino Amber.

"Tapi sepertinya kita aman-aman saja, ada sejumlah tawaran pekerjaan baru," katanya.

Chen Zi, Bos Scam Buronan Internasional

Chen Zi adalah salah satu bos scam yang punya bisnis di kawasan itu. Ia mendirikan sebuah perusahaan, Prince Group, yang terlibat dalam bisnis siber-kriminal dan punya sejumlah tempat judi di beberapa hotel di Sihanoukville.

Atas permintaan pemerintah China, Chen Zi dideportasi. Proses pemulangan dilakukan pada Rabu (7/1) dengan dukungan otoritas Kamboja.

Kementerian Keamanan Publik China menyatakan Chen dikawal langsung dari Phnom Penh ke China, dan menyebut ekstradisi ini sebagai pencapaian besar kerja sama penegakan hukum China–Kamboja.

Menurut laporan CCTV yang dikutip Reuters, aparat China telah menerapkan tindakan hukum wajib terhadap Chen sesuai peraturan yang berlaku. Otoritas juga menegaskan Chen merupakan warga negara China, dan kasusnya masih dalam tahap penyelidikan lanjutan.

Kepada AFP, Beijing juga berencana merilis daftar buronan anggota inti kelompok kriminal Chen Zhi. Pemerintah juga menyerukan para buronan lain untuk segera menyerahkan diri.

Pada 2025, Amnesty Internasional melaporkan ada 22 lokasi scam di Sihanoukville. Jumlah ini cukup besar, mengingat total jumlah bisnis scam yang teridentifikasi ada 53 di seluruh Kamboja.

Badan PBB yang mengawasi narkotika dan kriminalitas internasional mencatat, ada $ 37 juta kerugian akibat bisnis scam pada 2023, dan ada 100.000 orang yang bekerja di Kamboja untuk industri ini.

Komitmen Pemerintah Kamboja Berantas Scam

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet berkomitmen untuk memberantas praktik scam di negerinya.

"Kita akan menghabisi semua masalah yang terkait dengan kejahatan siber dan scam," kata Hun Manet, dilansir AFP.

Mereka mengeklaim telah menggerebek 118 lokasi bisnis scam dan menangkap 5.000 orang dalam 6 bulan terakhir.

Lalu, menindaklanjuti deportasi Chen Zi ke China, Kamboja kini memperketat pengawasan terhadap Prince Group dan perusahaan rekanannya. Termasuk melikuidasi aset Prince Bank dan membekukan penjualan properti yang dimiliki grup tersebut.

Namun, kecurigaan terhadap komitmen Kamboja juga diragukan. Sebab, sebelum penggerebekan ratusan pekerja China sudah meninggalkan lokasi tempat mereka bekerja.

"Sepertinya, operasi penggerebekan bocor," kata seorang warga di lokasi.

Hal yang sama juga disampaikan Mark Taylor, bekas kepala lembaga non-pemerintah berbasis di Kamboja, yang memonitor kegiatan anti perdagangan manusia.

"Ada suatu perubahan yang janggal di pusat-pusat scam ini sebelum penggerebekan besar-besaran. Para pekerja dan manajer-manajernya rasanya sudah siap menghadapi penggerebekan aparat penegak hukum," ucapnya.

Ia mencium adanya suatu kolusi antara yang tercipta.

"Ada kolusi, yang jadi strategi. Satu sisi meningkatkan upaya pemerintah memerangi kriminal, sementara di sisi lain menjaga industri scamming untuk bertahan dan beradaptasi," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sentil soal Ego, Pihak Insanul Fahmi Buka Suara Terkait Wardatina Mawa yang Masih Enggan Berdamai
• 8 menit lalugrid.id
thumb
3 Camilan Bisa Bikin Kenyang Lebih Lama Daripada Roti, Buah Jadi Andalan
• 19 jam lalugenpi.co
thumb
Tindak Lanjut Arahan Wapres, Persiapan ASN Berkantor di IKN Terus Digodok
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo-PM Inggris Sepakati Kerja Sama Teknologi-Keuangan: Ini Sangat Strategis
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Materi Mens Rea Pandji Pragiwaksono yang Berujung Laporan Polisi dan Somasi
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.