Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan layanan angkutan sekolah ramah disabilitas. Sebanyak 32 unit bus baru diluncurkan untuk melayani lima rute tambahan serta memperkuat lima rute yang telah beroperasi sebelumnya.
Dalam peluncurannya hari ini, Rabu (21/1) di Balai Kota, Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendampingi langsung para siswa untuk mencoba bus ramah disabilitas itu.
Pramono mendorong kursi roda siswa bernama Raditya dari pendopo Balai Kota hingga masuk ke dalam bus. Ketika mereka berada di atas lift chair, Pram memastikan kondisi Raditya.
“Kamu enggak grogi kan? Jangan-jangan kamu grogi,” ujar dia seraya mengelus kepala Raditya.
Pram berpesan agar ia menimba ilmu dengan rajin.
“Belajar yang rajin ya,” ucapnya.
Kehangatan juga tampak dari antusiasme sejumlah siswa yang langsung memeluk Pram setelah acara peluncuran usai.
Dengan tambahan armada ini, kata Pram, layanan bus sekolah khusus disabilitas di Jakarta kini dapat melayani hingga 41 ribu siswa.
“Dengan penambahan 32 bus baru ini, unit bus sekolah untuk khusus disabilitas ini, maka di Jakarta sekarang ini sudah bisa melayani 41.000 siswa yang ada di Jakarta,” tuturnya.
Pram menegaskan komitmen Pemprov DKI menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan ramah disabilitas. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu anak-anak penyandang disabilitas dalam meraih cita-cita mereka.
“Mudah-mudahan bisa membantu anak-anak kita untuk meraih cita-citanya,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, lima rute baru yang akan dilayani mulai tahun 2026 meliputi;
Rute Reguler 32 Yayasan Pendidikan Anak Cacat–Ciledug;
Rute Zonasi 12 Rusun Rawa Bebek–Rorotan yang melayani Sekolah Luar Biasa Karya Mulia;
Rute Zonasi 16 BNN Cawang–Cipinang via Jatinegara untuk SLB Karya Guna;
Rute Zonasi 17 Kampung Rambutan–Lebak Bulus yang melayani SLBN 01 Jakarta dan SLBA Pembina Tingkat Nasional
Rute Zonasi 18 Permata Hijau–Lebak Bulus untuk sekolah yang sama
Syafrin menambahkan, setiap bus akan dilengkapi pengemudi dan awak yang bertugas membantu siswa saat naik dan turun, termasuk mengoperasikan lift chair.
Ia kemudian merincikan kapasitas bus tersebut.
“Untuk medium bus, ada 4 unit kursi roda, kemudian seat-nya 9. Sehingga total mengangkut 13 anak sekolah. Untuk yang micro bus, tersedia 2 kursi toda kapasitasnya dan 7 untuk penumpang biasa. Jadi ada 9 kapasitasnya,” jelas Syafrin.





