REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) telah melakukan serangkaian proses seleksi terhadap 32 ribu orang untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Diperkirakan, puluhan ribu orang yang mayoritas adalah kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) itu akan resmi menjadi aparatur sipil negara (ASN) pada 1 Februari 2026.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, saat ini pihaknya sudah memiliki 2.080 pegawai berstatus ASN.
Baca Juga
BGN Dorong Kopdes Merah Putih Jadi Pemasok Program MBG
BGN: Sepanjang 2025 Ada 19.188 SPPG Layani 55,1 Juta Penerima MBG
Viral Menu MBG Hanya Ubi dan Pisang di Bekasi, Begini Klarifikasi BGN
"Jadi kami sudah melakukan rekrutmen dan tes untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja tahap satu sebanyak 2.080 yang sudah menjadi ASN terhitung mulai tanggal 1 Juli 2025," kata dia saat rapat bersama Komisi IX DPR, Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan rekrutmen PPPK tahap kedua untuk 32 ribu formasi. Sebanyak 31.250 formasi adalah khusus untuk kepala SPPG yang dididik melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Sementara 750 formasi dibuka untuk umum, dengan rincian 375 akuntan dan 375 ahli gizi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut dia, puluhan ribu orang itu sudah melakukan pendaftaran dan serangkaian seleksi. Ia menilai, 32 ribu orang itu diperkirakan akan diangkat menjadi PPPK pada 1 Februari 2026.
"Mereka sekarang dalam tahap pengisian daftar riwayat hidup dan pengusulan nomor Induk PPPK, sehingga diperkirakan mereka akan menjadi PPK mulai tanggal 1 Februari 2026," ujar Dadan.
Tak cukup sampai di situ, BGN juga masih akan melakukan rekrutmen tahap ketiga dan keempat dengan jumlah formasi masing-masing 32.460 orang. BGN sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara untuk melakukan seleksi PPK ini.