jpnn.com, SENTUL - Acer Indonesia resmi menutup Gerakan “Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” dengan mencatatkan keberhasilan pengumpulan lebih dari 3 ton limbah elektronik (e-waste).
Jumlah tersebut melampaui target awal yang ditetapkan perusahaan sebesar 2 ton.
BACA JUGA: Acer Edu Summit 2025 Dukung Akselerasi Pendidikan Indonesia lewat Teknologi AI
Pencapaian tersebut menjadi penegas komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung praktik pengelolaan limbah elektronik yang bertanggung jawab.
Upaya itu dilakukan sebagai respons terhadap pengelolaan limbah elektronik yang kian kompleks dan membutuhkan penanganan serius.
BACA JUGA: Acer Indonesia Dorong Kesetaraan Pendidikan untuk Papua Barat
Sebagai kelanjutan nyata dari inisiatif #SayangBumi, Acer Indonesia tidak hanya berhenti pada pengumpulan limbah.
Perusahaan teknologi tersebut melanjutkan langkahnya dengan melakukan penanaman 2.000 bibit pohon sebagai bentuk kontribusi terhadap pemulihan ekosistem.
BACA JUGA: Acer Smart School Awards 2025 Beri Penghargaan untuk Sekolah, Guru, dan Dosen
Penanaman perdana telah dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Sentul Edu Eco Tourism Forest, Bogor.
Kegiatan tersebut melibatkan karyawan, perwakilan sekolah dan madrasah, mitra bisnis, serta komunitas peduli lingkungan Seasoldier Indonesia, dan akan dilanjutkan secara bertahap di lokasi lainnya.
President Director Acer Indonesia, Leny Ng menekankan pentingnya aksi nyata dalam menjaga kelestarian bumi.
Menurut Leny Ng, setiap langkah kecil yang dilakukan secara kolaboratif dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.
Dia menilai keberlanjutan bukan sekadar program, melainkan panggilan dan komitmen untuk bertindak.
Leny menyatakan setiap perangkat e-waste yang terkumpul dan setiap pohon yang ditanam membawa harapan bagi lingkungan lebih baik.
"Keberhasilan mengumpulkan lebih dari tiga ton e-waste dan melanjutkannya dengan penanaman 2.000 pohon ini lahir dari kepedulian dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Leny Ng di kawasan Sentul, Jawa Barat, baru-baru ini.
Leny menambahkan mengenai visi jangka panjang perusahaan terhadap lingkungan.
Program penanaman 2.000 pohon yang menjadi kelanjutan dari kontribusi publik ini bertujuan mendukung pelestarian ekosistem dan meningkatkan kapasitas penyerapan karbon dioksida.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah degradasi lahan serta mengurangi risiko bencana lingkungan di masa depan melalui pendekatan ekonomi sirkular.
“Kami percaya bahwa ketika teknologi, tanggung jawab, dan kepedulian dapat berjalan bersama, kita tidak hanya melindungi alam hari ini, tetapi juga mewariskan masa depan bagi generasi mendatang,” imbuhnya.
Sebelumnya, gerakan Kelola e-Waste, Sayangi Bumi telah berlangsung mulai 14 Oktober hingga 31 Desember 2025.
Program ini berhasil menarik partisipasi aktif dari berbagai pihak, mulai dari Acer Indonesia Group, institusi pendidikan, mitra bisnis, hingga masyarakat umum.
Seluruh limbah elektronik yang terkumpul dalam periode tersebut kini dikelola oleh mitra pengelola resmi.
Hal ini dilakukan untuk memastikan proses daur ulang dan pemusnahan berjalan aman, bertanggung jawab, serta selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Selain aspek pengelolaan limbah, perusahaan elektronik itu juga menaruh perhatian pada edukasi lingkungan sejak dini.
Perusahaan menyelenggarakan pelatihan bertajuk Dari Sampah Elektronik, Jadi Aksi Heroik di lima sekolah dan madrasah yang melibatkan dua ratus lima puluh siswa.
Melalui kegiatan pelatihan tersebut, para siswa dibekali pemahaman komprehensif mengenai dampak sampah elektronik.
Mereka juga diajarkan praktik pemilahan e-waste di lingkungan sekitar agar dapat berperan sebagai agen perubahan di komunitas masing-masing. (mcr31/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis Human Intelligence, Acer Edu Summit Digelar
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478418/original/052212700_1768901137-MLSC_putaran_kedua.jpg)


