Beasiswa Patriot, Strategi Pemerintah Bangun Pusat Ekonomi Baru di Daerah

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kementerian Transmigrasi meluncurkan Program Beasiswa Patriot untuk mencetak talenta terdidik yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan transmigrasi. Program ini difokuskan pada pengembangan kepemimpinan lapangan dan kemampuan manajerial masyarakat yang dinilai tidak akan bisa tergantikan oleh kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

“Teknologi penting, tapi masa depan Indonesia ditentukan oleh manusia yang mau turun ke lapangan, memimpin, dan menggerakkan masyarakat. Itulah yang kami siapkan melalui Beasiswa Patriot,” ujar Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026 di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.
 

Baca Juga :

DPR Bakal Uji Calon Deputi Gubernur BI, Kapan Jadwalnya?


Iftitah menjelaskan, para penerima beasiswa ini nantinya memegang mandat besar untuk mengelola potensi wilayah di kawasan transmigrasi menjadi kegiatan ekonomi berkelanjutan. Ia menekankan bahwa kehadiran pemimpin fisik di tengah masyarakat tetap menjadi kunci utama pembangunan nasional yang tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sistem digital.

“Kita butuh orang-orang yang bisa membangun kepercayaan, menyatukan masyarakat, dan mengambil keputusan di situasi nyata. Di ruang-ruang seperti inilah peran manusia tidak tergantikan,” tegas Iftitah.

Setelah menyelesaikan masa studi, para "Patriot" ini akan menjalani penugasan selama satu tahun untuk mengembangkan sektor industri lokal, perikanan, hingga kesehatan. Iftitah menargetkan kehadiran mereka dapat membuka lapangan kerja nyata di daerah penugasan masing-masing.

“Target akhirnya jelas, lahir pusat-pusat ekonomi baru dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Patriot kita hadir sebagai penggerak, bukan penonton,” imbuhnya.


Kementerian Transmigrasi meluncurkan Program Beasiswa Patriot. Foto: Dok. Kementerian Transmigrasi.

Program yang rencananya diluncurkan secara resmi pada Februari mendatang ini turut menggandeng 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebagai mitra. Selain menyasar mahasiswa, program ini juga membuka ruang bagi profesional, ASN, serta anggota TNI dan Polri untuk memperkuat dampak kepemimpinan di lapangan.

“Ini investasi jangka panjang. Indonesia membangun manusia unggul agar mampu memimpin di situasi yang tidak bisa dijawab oleh teknologi,” pungkas Iftitah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Madiun Jadi Tersangka Pemerasan dan Gratifikasi, Begini Konstruksi Perkaranya
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Inter Milan vs Arsenal, Akanji: il Nerazurri Harus Efektif untuk Kalahkan The Gunners
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perjuangan Muhadi dan Ela Menikah di Tengah Banjir Cengkareng...
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Persib Disebut Menginginkan Jasa Sergio Ramos, Siap Bersaing dengan AC Milan?
• 21 jam lalufajar.co.id
thumb
PM Starmer Apresiasi Kerja Sama Maritim RI–Inggris
• 16 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.