KPK Ungkap Bupati Pati Sudewo Diperiksa di Kudus karena Alasan Kemaanan

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Bupati Pati Sudewo (tengah depan) berjalan menuju mobil tahanan setelah ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026). KPK mengungkapkan pemeriksaan Bupati Pati Sudewo di Kudus karena alasan keamanan. (Sumber: ANTARA/Rio Feisal)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu mengungkapkan alasan pihaknya memeriksa Bupati Pati Sudewo di Kudus, Jawa Tengah, usai diamankan melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Menurut Asep, keputusan memeriksa Sudewo di Kudus karena atas pertimbangan keamanan.

"Strategi, kita juga kan mempertimbangkan keamanan yang bersangkutan (Sudewo), keamanan petugas dan lain-lain," kata Asep dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga: KPK Akui Sempat Kesulitan saat OTT Bupati Pati Sudewo

Terlebih, Sudewo sempat didemo dalam skala besar oleh warga Pati. Sebab itu, pihaknya memilih tempat yang dinilai aman untuk memeriksa Sudewo.

"Kemarin juga kan sudah ada demo besar-besaran di sana. Kemudian antara yang pro dan kontra, itu juga sangat kami jaga. Jangan sampai bentrok nih," ucapnya.

"Kubu yang pro ingin datang, dan yang kontra gitu kan. Jadi, lebih baik kami mencari tempat yang lebih safe (aman), baik bagi yang bersangkutan, maupun juga petugas kami. Itu strateginya."

Saat ditanya mengenai lokasi penangkapan Sudewo saat terjaring OTT, Asep menuturkan, yang bersangkutan ditangkap di Pati.

"(Di OTT) di Pati," ujarnya.

KPK sebelumnya menangkap Bupati Pati Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Pati, Jawa Tengah pada Senin (19/1/2026).

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • bupati pati sudewo
  • kpk
  • ott bupati pati
  • pemeriksaan bupati pati
  • kudus
  • kasus pemerasan
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ahli Polimer Ungkap Risiko BPA Mengintai dari Galon Lanjut Usia
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Indonesia Masters 2026: Debut Lanny/Apri Berbuah Manis
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Bazar Motor Curian di Polrestabes Surabaya Bertambah Jadi 1.050 Unit
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menhub Sebut 110 juta Orang Lakukan Perjalanan Selama Periode Nataru 2025/2026
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Pangan Bersubsidi DKI Jakarta 2026 Kembali Dimulai, Ini Mekanisme, Harga, dan Syarat Penerima
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.