FAJAR, MAKASSAR — Proses seleksi calon kepala sekolah (kasek) di lingkup Pemprov Susel memasuki babak baru. Calon Kepsek akan mengikuti tes CAT.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Iqbal Nadjamuddin mengatakan, rapat tim pertimbangan menghasilkan keputusan bahwa para calon kepsek akan mengikuti tes CAT di UPT BKD Sulsel, selama dua hari yang berlangsung mulai Jumat, 23 Januari 2026.
“Terus berdasarkan evaluasi nanti tim pertimbangan, kita nanti memilih yang sesuai dengan hasil CAT nanti, itu apakah akan langsung diadakan tes wawancara nanti habis itu, baru sampai segitu prosesnya,” ujar Iqbal, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 20 Januari 2026.
Iqbal melanjutkan setelah proses wawancara nanti, hasilnya akan diusulkan ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam hal ini Gubernur Andi Sudirman Sulaiman untuk melihat apakah proses seleksi sudah sesuai mekanisme dan aturan.
“Dan beliau juga melakukan pertimbangan terkait calon-calon yang kita pilih, jika beliau setuju, maka itulah nanti yang akan kita upload di Sistem IMUT BKN,” bebernya.
Setelahnya akan menunggu Pertek BKN untuk dasar pembuatan SK Kepala Sekolah yang bakal terpilih. “Apakah nanti dilakukan pelantikan serentak atau bagaimana itu menunggu kebijakan PPK dalam hal ini Pak Gubernur,” kata Iqbal.
Iqbal menerangkan bahwa jabatan kepsek yang akan diisi adalah yang saat ini masih dijabat Plt. Namun, ada juga berdasarkan peraturan menteri (Permendikdasmen) terkait kepala sekolah yang telah melewati periodisasi.
“Termasuk itu kita juga mungkin akan mengisi dengan definitif, kita sementara mendata sekolahnya, ada sampai 100an kalau tidak salah,” tambahnya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel yang juga Tim Pertimbangan Seleksi Calon Kepsek se-Sulsel, Erwin Sodding, menyampaikan bahwa tim masih sedang dalam pembahasan agar betul-betul penunjukannya secara objektif.
Ia mengaku, pembahasan dan penggodokan dengan teliti ini dilakukan karena banyaknya calon yang ada, sementara jabatan Kepsek yang akan diisi tidak terlalu banyak.
“Maksudnya begini, keterisian rumah yang tersedia dengan stok orang yang mau masuk rumah itu banyak sekali. Kita harus memastikan betul-betul penjaringan orang-orang yang akan kita dudukkan itu sudah tidak mencederai norma-norma yang ada,” kata Erwin.
Erwin menargetkan pengisian Kepsek ini akan rampung sebelum masuk bulan suci Ramadan Februari mendatang. “Kami upayakan mudah-mudahan sebelum puasa,” tutupnya.
Sebelumnya, sebanyak 800 guru telah mendaftarkan diri melalui aplikasi KSPS (Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah).
Calon kepala sekolah harus memenuhi dua syarat, yaitu merupakan guru penggerak dan memiliki sertifikat. Dari 800 guru yang mendaftar, hanya 400 calon kepala sekolah yang mengumpulkan berkas.
Sebanyak 195 calon kepala sekolah dinyatakan lolos seleksi berkas, dan hanya ada 112 yang akan mengisi jabatan Kepsek. (uca)





