Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli akan mengevaluasi magang nasional ketika program tersebut sudah berjalan 4 bulan. Ia menjelaskan pihaknya saat ini masih memantau proses berjalannya program yang sudah dilaksanakan sejak Oktober 2025 itu.
“Kami berencana, sesudah 4 bulan atau mendekati bulannya ke 5, kita akan lakukan evaluasi secara komprehensif, saat ini baru evaluasi-evaluasi kualitatif, sesuai dengan peninjauan, sejalan dengan peninjauan-peninjauan yang kami lakukan saat pelaksanaan magang,” kata Yassierli dalam rapat kerja Kemnaker dengan Komisi IX DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (21/1).
Dari evaluasi sementara yang sudah dilakukan, Yassierli menilai program tersebut sudah memberi dampak yang cukup signifikan terhadap peningkatan keterampilan peserta. Ia juga mendorong adanya sertifikat kompetensi selama magang yang bisa didapat oleh peserta dari perusahaan.
“Opsional, tapi kami terus akan dorong perusahaan untuk memberikan sertifikat kepada peserta magang sesudah mereka 6 bulan, itu adalah sertifikat kompetensi,” ujar Yassierli.
Program Magang Nasional dijalankan dalam 3 batch dengan total peserta hingga 100 ribu. Periode magang dilakukan selama 6 bulan baik di perusahaan swasta maupun instansi pemerintah.
Selain mengikuti magang, Yassierli menuturkan para peserta bisa mengikuti program pembelajaran terkait soft skill secara daring. Berbeda dengan magang yang langsung dibina oleh perusahaan, program pembelajaran ini langsung disediakan oleh Kemnaker.
“Design thinking, emotional intelligence, self-efficacy, cross-cultural collaboration, digital disruption transformation, service orientation, dan social influence. Ini adalah materi-materi yang sudah kami rancang untuk selama 6 bulan, yang mereka bisa ambil, mereka bisa ikuti melalui kanal media sosial,” terang Yassierli.



