FIFA Usul Penerapan Aturan Baru di Piala Dunia 2026

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Riki Ilham Rafles

TVRINews - Inggris

FIFA ingin penggunaan VAR di Piala Dunia 2026 diperluas.

Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) menggelar pertemuan pada Rabu, 21 Januari 2026 WIB guna membahas sejumlah aturan baru yang akan diterapkan di Piala Dunia 2026. Ada beberapa poin menarik terkait dengan perluasan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dan upaya meminimalisir mengulur-ulur waktu dalam pertandingan.

Mengutip BBC, pertemuan yang dihadiri perwakilan FIFA serta federasi sepak bola Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara tersebut hanya membahas rancangan usulan aturan baru. Keputusan final baru akan ditetapkan dalam pertemuan pada 28 Februari 2026.

Perluasan penggunaan VAR menjadi hal yang dibahas dalam pertemuan IFAB kali ini. FIFA yang mengusulkan agar VAR bisa digunakan untuk meninjau keputusan tentang pemberian tendangan sudut kepada salah satu tim.

Usulan ini bukan pertama kali muncul. FIFA pernah mengajukannya pada pertemuan Oktober 2025, tapi mendapat penolakan karena dianggap akan menambah panjang waktu pertandingan.

FIFA ingin aturan ini disahkan oleh IFAB dan bisa diterapkan di Piala Dunia 2026. Mereka mengajukan pendapat yang lebih solid sehingga mematahkan alasan penolakan sebelumnya.

Tinjauan VAR pemberian tendangan sudut akan dilakukan sebelum eksekusi dilakukan. Karena biasanya ada waktu sekira 10 hingga 15 detik yang dihabiskan untuk bersiap dan mengatur posisi.

Dengan skema seperti itu, FIFA beranggapan tidak ada waktu yang terbuang, dan keputusan yang diambil dalam sebuah pertandingan bisa lebih akurat.

Usulan lain terkait perluasan penggunaan VAR adalah tinjauan atas kartu kuning kedua yang diterima oleh pemain. Sebelumnya, VAR hanya dapat diterapkan untuk mengoreksi keputusan wasit memberi kartu merah.

Namun, karena ada beberapa momen pemberian kartu kuning kedua yang kontroversial, FIFA beranggapan penerapan VAR dibutuhkan agar tidak ada lagi tim yang merasa dirugikan.

Dalam pertemuan IFAB ini juga dibahas mengenai upaya meminimalisir upaya mengulur-ulur waktu dalam pertandingan. Hukumannya adalah penguasaan bola berpindah kepada lawan.

Jika ada kiper yang terlalu lama mengambil tendangan gawang, wasit akan mengalihkan penguasaan bola kepada lawan berupa tendangan sudut.

Pergantian pemain juga akan dibatasi oleh hitungan waktu. Setiap pemain yang diganti memiliki waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan.

Jika mereka melebihi waktu yang diberikan, hukuman yang diterima oleh tim adalah pemain penggantinya harus menunggu selama 60 detik untuk masuk ke dalam lapangan setelah pertandingan dimulai kembali.

Untuk usulan aturan yang meminimalisir potensi mengulur waktu ini nampaknya tidak akan langsung diterapkan di Piala Dunia 2026. FIFA akan melakukan uji coba terlebih dulu di level rendah.

Editor: Riki Ilham Rafles

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Transformasi Data Pascamerger Dongkrak Laba BSI Hingga 22,8 Persen pada 2024
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Eliano Ingatkan Persib Bandung Tak Terlena Status Juara Paruh Musim
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
FDPNI usul dana bagi hasil nikel yang berkeadilan dan bermartabat
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Rupiah Hampir Rp 17 Ribu, Bank Indonesia Siap Intervensi Besar-besaran
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Imbas Musim Hujan, Pedagang Keluhkan Stok Cabai Merah Mulai Langka di Pasar
• 6 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.