JAKARTA, DISWAY.ID - Curah hujan yang membasahi wilayah Jakarta dan sekitarnya membuat sejumlah komoditi pangan mulai langka.
Imbasnya, sebagian pedagang sayur atau komoditas pangan di pasaran turut mengungkapkan bahwa cuaca yang ekstrem pun kini mulai mempengaruhi kualitas, serta harga produk yang mereka jual.
BACA JUGA:Bangunan Baru Rampung? Begini Cara Resmi dan Praktis Menyambung Listrik
BACA JUGA:Universitas Esa Unggul Raih Guru Besar Baru di Fakultas Ilmu Komputer
Hal serupa sendiri juga turut diungkapkan oleh Sidiq, salah seorang pedagang sayuran di pasar tradisional Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Dalam penuturannya, Sidiq mengungkapkan bahwa terkini, harga komoditas pangan seperti cabai merah keriting kini meningkat seiring dengan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jakarta dalam kurun waktu ini
Bahkan, dirinya menambahkan, harga tersebut diperkirakan akan kembali meningkat apabila komoditas tersebut menjadi semakin langka akibat penurunan produksi.
"Sekarang (cabai merah keriting) per-kilogramnya Rp 50.000, sebelumnya kan pernah turun sampe Rp 40 ribu lebih. Jadi memang kalo hujan gini ya gede naiknya," ucap Sidiq kepada Disway, pada Rabu, 21 Januari 2026.
Dalam hal ini, Sidiq sendiri juga mengungkapkan bahwa terkini, kelangkaan cabai merah keriting sendiri sudah mulai dirasakan oleh pedagang sayur lain, termasuk dirinya.
"Lagi musim hujan, kosong dimana-mana sekarang," ucapnya.
Sementara itu berdasarkan data panel harga dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga cabai merah nasional justru mengalami penurunan 6,25 persen atau Rp1.250 menjadi Rp 18.750 per kilogram.
BACA JUGA:Kronologi Pembegalan Pegawai SPPG di Bekasi Versi Polisi
BACA JUGA:Viral 'Susu UHT Rekombinasi' di MBG, Kepala BPOM: Yang Penting Aman, Bergizi, dan Bermutu
Diketahui, penurunan paling signifikan sendiri terjadi kepada komoditas cabai merah besar, yang turun 10,07 persen menjadi Rp33.111 per kilogram.
Selain itu, komoditas cabai merah keriting juga turut melemah sebesar 7,54 persen ke level Rp 34.332 per kilogram, sementara cabai rawit merah turun 4,74 persen menjadi Rp 48.536 per kilogram.



