Korban Perempuan Pesawat ATR Terindentifikasi Atas Nama Florencia Lolita

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi salah seorang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500  bernama Florencia Lolita yang merupakan pramugari. DVI berharsil melakukan identifikasi setelah pemeriksaan post mortem dan ante mortem di Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan ante mortem nomor AM004, teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun," ujar Kepala Bidokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhamad Haris saat konferensi pers di Makassar, Rabu.

Baca Juga
  • KPK Ungkap Cara Bawa Uang Korupsi Bupati Sudewo Rp 2,6 Miliar: Dikarungin Kayak Ular
  • Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Terkait Bencana Sumatera
  • Korban Pesawat ATR di Jurang 200 Meter Berhasil Dievakuasi Menggunakan Heli Basarnas

Tim di Posko DVI diketahui menerima satu kantong jenazah pada Selasa (20/1) malam dan melakukan identifikasi secara cermat bersama tim DVI Pusdokes Polri, tim Iden Polda Sulsel, Tim Pusiden Polri, dan Departemen Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).

"Alamat (korban) Apartemen Walk Tower A Unit 216 Pulo Gadung, Jakarta Timur. (Identifikasi) melalui sidik jari, data gigi, properti dan ciri medis," ucapnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kepala Pusident Bareskrim Polri Brigjen Mashudi menambahkan untuk Iden dilihat dari jenazah masih dalam keadaan bagus, sehingga untuk papiler yang ada yakni sidik jari masih bisa terbaca.

"Sehingga, kami sudah langsung mengambil sidik jarinya, kemudian dengan peralatan kami miliki bisa langsung membaca identitas yang bersangkutan," tuturnya.

Tetapi untuk memastikan dan membuktikan secara saintifik, lanjutnya, dilakukan pembandingannya dengan mengambil sidik jari jempol tangan kiri dan dilakukan pembandingan dengan data pembanding lain yang dimiliki.

"Contohnya, kita mengambil sidik jari pada post mortem, kemudian kita melakukan pembandingan secara manual dengan data pembanding. Maka, kami bisa meyakini secara keilmuan bahwa bersangkutan adalah Florencia Lolita Wibisono," ucapnya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pasok Senjata untuk Maling Motor, Sindikat Pembuatan Senjata Api Ilegal Dibongkar
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Potret kehidupan masyarakat di pesisir pantai Mogadishu, Somalia
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Satgas PKH Kuasai Kembali 4,09 Juta Hektar Kebun Sawit Ilegal
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Presiden Meksiko Turun Tangan! Pasang Badan demi Tiket Konser BTS
• 34 menit lalurepublika.co.id
thumb
Presiden Prabowo dan PM Starmer Sepakati Kerjasama di Bidang Maritim, Inggris Siap Bangun 1500 Kapal Ikan
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.