Rupiah Gonjang-ganjing, Purbaya, Gubernur BI, Mensesneg Rapat di Istana

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menggelar pertemuan di Wisma Negara, Jakarta, Rabu (21/1/2026). 

Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas perekonomian nasional, termasuk nilai tukar rupiah.

“Bahas macam-macam, biasa diskusi. Tadi kan ada gubernur BI kan kita lakukan sinkronisasi kebijakan, saya akan membenahi fiskal dan perekonomian pak Gubernur BI akan memastikan mengambil langkah yang perlu untuk menjaga nilai tukar,” ujarnya kepada wartawan.

Purbaya menjelaskan bahwa diskusi berlangsung secara umum dan bersifat koordinatif. 

“Kami fokus di pekerjaan kami, dan saya kira pak Gubernur sudah melakukan langkah yang tepat untuk melakukan apa yang perlu untuk dilakukan untuk menjaga stabilitas. Saya pikir dia akan mengendalikan hal itu dengan baik. Enggak ada masalah lagi,” katanya.

Terkait kemungkinan perlakuan khusus dari Kementerian Keuangan untuk menjaga nilai tukar rupiah, Purbaya menegaskan tidak ada kebijakan khusus dari sisi fiskal. 

Baca Juga

  • Menkeu Purbaya Blak-blakan soal Isu Tukar Guling Deputi BI Juda dengan Wamenkeu Tommy
  • Purbaya Buru Pajak dari Perusahaan Asal China, Ancam Rumahkan Pegawai yang Kongkalikong
  • Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 21 Januari 2026

“Enggak. Rupiah adalah tugas dari bank sentral, dan saya percaya bank indonesia akan mengambil langkah tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” katanya.

Purbaya juga memastikan tidak ada arahan khusus dari Menteri Sekretaris Negara dalam pertemuan tersebut. 

“Enggak ada. yang penting konsolidasi juga supaya kami searing ketemu juga, supaya lebih erat,” ujarnya.

Tak hanya itu, dia pun menambahkan pertemuan itu berlangsung santai tanpa format resmi. 

“Kan kalau tadi pagi diskusi biasa, di meja makan, enggak ada yang mimpin cuma gitu aja tuk-tak-tik-tuk,” kata Purbaya.

Selain jajaran pemerintah, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia dan anggota DPR. 

“BI saya dan juga ada anggota DPR di situ,” tandas Purbaya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026) menjelang pengumuman suku bunga acuan dalam hasil RDG Bank Indonesia. 

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.04 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka terkoreksi 0,01% ke Rp16.957. Bersamaan dengan itu, indeks yang mengukur kinerja dolar AS juga terkoreksi 0,15% ke posisi 98,49.

Selain rupiah, sejumlah mata uang lain di Asia juga tercatat lesu hari ini, seperti rupee India yang terkoreksi 0,07%, yuan China terkoreksi 0,06%, ringgit Malaysia melemah 0,05%, dan dolar Taiwan yang terkoreksi 0,07%.

Sementara itu, yen Jepang dibuka menguat 0,09%, dolar Hong Kong menguat 0,02%, dolar Singapura menguat 0,02%, won Korea menguat 0,51%, peso Filipina menguat 0,23%, dan baht Thailand naik 0,44%.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Brooklyn Beckham Ungkap Konflik dengan Orang Tua
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Manchester City Telan Dua Kekalahan Beruntun, Pep Minta Pemainnya Move On
• 7 jam lalufajar.co.id
thumb
Pesawat Air Force One Trump Putar Balik Usai Lepas Landas ke Davos, Ini Pemicunya
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Metro TV Green Summit 2026: Strategi Ekonomi Hijau Menuju Indonesia Emas 2045
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tito Karnavian Soal OTT Maidi dan Sudewo, Pilihan Rakyat Disinggung
• 9 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.