Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews - Montevideo, Uruguai
Banyak asosiasi sepak bola Eropa tidak memenuhi undangan karena jarak ke Amerika Selatan yang terlalu jauh.
Piala Dunia 1930 yang digelar di Uruguai menjadi titik awal sejarah turnamen sepak bola terakbar di dunia.
Berbeda jauh dengan edisi-edisi berikutnya, turnamen perdana ini tidak menggunakan babak kualifikasi resmi seperti yang kita kenal sekarang.
Peserta ditentukan bukan lewat pertandingan praturnamen, melainkan melalui sistem undangan terbuka kepada semua anggota FIFA yang bersedia hadir.
Pada 1929, FIFA memutuskan untuk menyelenggarakan kejuaraan dunia sepak bola di luar Olimpiade, di mana Uruguai terpilih sebagai tuan rumah pertama.
Keputusan ini diambil karena Uruguai saat itu memegang gelar juara Olimpiade sepak bola (1924 dan 1928) dan merayakan 100 tahun kemerdekaan negara tersebut.
Dikutip dari Football History, proses penentuan peserta bukan melalui pertandingan kompetitif, melainkan undangan langsung ke semua asosiasi anggota FIFA.
FIFA mengirimkan surat kepada seluruh anggota yang saat itu berjumlah puluhan negara, dengan batas waktu konfirmasi partisipasi yakni 28 Februari 1930.
Negara-negara yang menerima undangan tersebut secara otomatis berhak tampil pada putaran final Piala Dunia 1930 di Uruguai.
Namun, kenyataannya keikutsertaan negara-negara di turnamen ini sangat dipengaruhi oleh kendala logistik dan ekonomi saat itu.
Pada masa itu, perjalanan antarbenua masih dilakukan dengan kapal laut yang memakan waktu lama dan biaya yang sangat tinggi.
Akibatnya, banyak asosiasi sepak bola Eropa memutuskan tidak ikut serta, karena tidak mampu atau tidak bersedia menanggung ongkos perjalanan jauh ke Amerika Selatan serta gangguan pada kalender kompetisi domestik mereka.
Sedangkan Inggris dan negara-negara Britania lainnya saat itu tidak berpartisipasi karena mereka sedang mengundurkan diri dari keanggotaan FIFA, akibat perselisihan mengenai status pemain amatir dan profesional.
Hingga menjelang turnamen, hanya beberapa negara Eropa yang bersedia datang setelah adanya dorongan dari Presiden FIFA saat itu, Jules Rimet.
Empat tim Eropa yakni Belgia, Prancis, Rumania, dan Yugoslavia akhirnya menerima undangan tersebut dan melakukan perjalanan panjang melintasi Atlantik.
Mayoritas peserta berasal dari benua Amerika. Tujuh tim dari Amerika Selatan yakni Uruguai (tuan rumah), Argentina, Brasil, Cili, Bolivia, Paraguai, dan Peru.
Sedangkan dua tim wakil Amerika Utara yaitu Meksiko dan Amerika Serikat. Jadi, total terdapat 13 tim yang tampil di Montevideo pada Juli 1930.
Berhubung tidak ada laga kualifikasi, sistem turnamen langsung memakai format fase grup pada awalnya.
Tiga grup berisi tiga tim dan satu grup berisi empat tim, dengan juara grup lanjut ke semifinal.
Dengan demikian, tidak ada tim yang “lolos kualifikasi”. Semua peserta adalah mereka yang mengonfirmasi kesediaannya mengikuti undangan FIFA.
Piala Dunia 1930 merupakan satu-satunya edisi dalam sejarah turnamen yang tidak mengadakan babak kualifikasi.
Sistem undangan ini mencerminkan kondisi waktu itu, yaitu kendala transportasi, keterbatasan sumber daya, serta awal mula sepak bola internasional yang masih dalam tahap perkembangan.
Mulai edisi berikutnya, yaitu Piala Dunia 1934 di Italia, barulah FIFA menerapkan sistem kualifikasi resmi yang mengharuskan setiap tim bertanding untuk memperebutkan tiket ke putaran final.
Sistem ini kemudian berkembang menjadi rangkaian kompetisi regional dan pra-kualifikasi yang sangat kompetitif hingga saat ini.
Dengan demikian, proses penentuan peserta pada Piala Dunia 1930 lebih mirip ajang undangan dibanding kompetisi.
Pendekatan ini hanya terjadi sekali dan menjadi cikal-bakal format turnamen yang terus berevolusi hingga menjadi global seperti sekarang.
Editor: Kunta Bayu Waskita




