Saham Netflix Runtuh Usai Cetak Kinerja Keuangan Solid di 2025, Ada Apa?

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Saham Netflix menjadi sorotan pelaku pasar global setelah merilis laporan keuangan untuk kuartal IV-2025. Usut punya usut, ternyata saham platform streaming film ini mengalami koreksi tajam karena investor mengabaikan kinerja keuangan tersebut.

Emiten yang terdaftar di indeks Nasdaq Composite dengan kode NFLX ini anjlok sekitar 5 persen pada perdagangan Selasa malam waktu setempat. Alih-alih mencermati laporan kinerja jangka pendek, investor justru lebih tertarik meninjau arah strategi dan tantangan yang mungkin akan dihadapi Netflix.

Baca Juga :
Reli Terhenti! IHSG Anjlok 113 Poin, Sektor Industri Babak Belur Tapi 3 Saham ini Tetap Perkasa
IHSG Ditutup Tipis di Atas Garis Datar, Cek 3 Saham Kinclong di Jajaran Top Gainers

Ilustrasi Investasi
Photo :
  • pexels.com/Leeloo The First

Netflix membukukan pendapatan sebesar US$12,05 miliar atau sekitar Rp 204,4 triliun (estimasi kurs Rp 16.970 per dolar AS) pada kuartal IV-2026. Nominal tersebut melampaui estimasi Wall Street sebesar US$11,96 miliar sekaligus melebihi capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$10,25 miliar. 

Laba per saham (EPS) tercatat US$0,56 atau sekitara Rp 9.500 per saham dan sedikit di atas konsensus pasar di level  US$0,55. Sementara itu,  jumlah pelanggan berbayar global menembus 325 juta akun. 

Dari total pelanggan global, perusahaan berhasil membukukan pendapatan tahunan  mencapai US$45,2 miliar sepanjang tahun 2025. Pencapaian itu menunjukkan pertumbuhan sebesar 16 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Manajemen Netflix memperkirakan pendapatan kuartal I-2026 akan meningkat 15,3 persen secara tahunan menjadi  US$12,16 miliar. Sedangkan laba disesuaikan diproyeksikan mencapai US$0,76 per saham. 
Selama tahun 2026, Netflix melihat pertumbuhan dua digit masih realistis.

Perusahaan menartgetkan pendapatan di kisaran US$50,7 miliar hingga US$51,7 miliar. 
Di tengah optimisme Manajemen Netflix untuk melanjutkan tren pertumbuhan, pasar justru bereaksi berbeda terutama pasca perusahaan menegaskan rencana untuk meningkatkan belanja konten orisinal secara agresif. Di satu sisi dinilai strategis untuk menjaga daya tarik platform, sedangkan pelaku pasar melihat potensi menekan margin dalam jangka pendek.

Engagement di paruh kedua tahun ini didukung kenaikan 9 persen penayangan konten orisinal Netflix,” tulis Manajemen Netflix dalam keterangan resmi kepada pemegang saham dikutip dari TipRanks pada Rabu, 21 Januari 2026.

Iklan juga menjadi fokus utama strategi pertumbuhan. Netflix mengungkapkan pendapatan iklan pada 2025 telah melampaui US$1,5 miliar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. 
Angka ini diproyeksikan kembali berlipat ganda pada 2026. Meski memberi fleksibilitas harga dan monetisasi, ekspansi iklan dinilai membawa biaya awal dan ketidakpastian margin.

Baca Juga :
Menguak Alasan Harga Emas Naik Terus, Ternyata Ini Pemicunya
IHSG Dibuka Menghijau dan Berpotensi Lanjut Menguat, Bursa Asia-Pasifik Lesu Cermati Isu Greenland
Harga Emas Jungkir Balik Usai Profit Taking dan Geopolitik Mereda, Analis Pede Tembus US$5.000

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Panglima TNI Pastikan Cari Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 | KOMPAS PETANG
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Korban Kedua Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dari Jurang 350 Meter
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Buronan Kasus Pembunuhan Asal Rumania Nikahi WNI di Bali, Hidup Sederhana Agar Tak Ketahuan
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Rabu 21 Januari 2026
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka Dana CSR dan Fee Proyek
• 21 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.