Pantau - Tim Disaster Victim Identification berhasil mengidentifikasi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, atas nama Florencia Lolita Wibisono yang berprofesi sebagai pramugari.
Proses Identifikasi Korban oleh Tim DVIKepala Bidokkes Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Muhamad Haris menyampaikan hasil identifikasi tersebut dalam konferensi pers di Makassar setelah pemeriksaan post mortem dan ante mortem di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel.
Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 dinyatakan cocok dengan data ante mortem nomor AM004.
Identitas korban dipastikan sebagai Florencia Lolita Wibisono berjenis kelamin perempuan dan berusia 33 tahun.
Tim Posko DVI menerima satu kantong jenazah pada Selasa malam 20 Januari 2026 untuk dilakukan proses identifikasi.
Proses identifikasi dilakukan secara cermat bersama tim DVI Pusdokes Polri, tim Identifikasi Polda Sulsel, Tim Pusident Polri, serta Departemen Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Alamat korban tercatat di Apartemen Walk Tower A Unit 216 Bulo Gadung, Jakarta Timur.
Metode Ilmiah dan Penanganan LanjutanIdentifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti, serta ciri medis yang melekat pada jenazah.
Kepala Pusident Bareskrim Polri Brigjen Mashudi menjelaskan bahwa kondisi jenazah masih cukup baik sehingga sidik jari korban dapat terbaca dengan jelas.
Tim langsung mengambil sidik jari jenazah dan membacanya menggunakan peralatan identifikasi yang dimiliki.
Untuk memastikan keabsahan ilmiah, dilakukan pembandingan sidik jari jempol tangan kiri secara manual antara data post mortem dan data pembanding.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyatakan bahwa proses identifikasi dilakukan secara saintifik dan hasil pemeriksaan tim DVI telah diakui secara internasional.
Kapolda menegaskan hasil pemeriksaan tersebut tidak terbantahkan dan data identitas korban dinyatakan identik.
Terkait penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, proses lanjutan diserahkan kepada Basarnas sebagai leading sector penanganan kecelakaan pesawat tersebut.
Sebelumnya, Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel menerima dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Jenazah pertama tiba pada Selasa malam 20 Januari 2026 dengan jenis kelamin perempuan dan telah teridentifikasi.
Jenazah kedua tiba pada Rabu pagi dengan jenis kelamin laki-laki dan hingga kini masih dalam proses identifikasi.



