Rusia Siap Bantu Redakan Ketegangan di Iran dan Venezuela, Tegaskan Hak Nuklir Damai Iran

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan kesiapan Rusia untuk membantu meredakan ketegangan di berbagai kawasan dunia, khususnya yang menyangkut situasi di Venezuela dan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Lavrov dalam konferensi pers tahunan mengenai capaian diplomasi Rusia sepanjang tahun 2025 yang digelar di Moskow.

Lavrov menyebut Rusia “tertarik membantu meredakan ketegangan di semua kawasan yang kini meningkat,” dengan menyoroti secara khusus situasi yang berkembang di Venezuela dan terutama Iran.

Ia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak Iran untuk menggunakan energi nuklir secara damai.

“Hal ini harus dijadikan kunci untuk meredakan ketegangan dengan Teheran,” ungkapnya.

Ketegangan Meningkat di Iran: Protes Meluas, Bentrokan Terjadi

Sejak akhir Desember 2025, Iran dilanda gelombang protes besar yang dipicu oleh melonjaknya inflasi dan melemahnya nilai tukar mata uang rial.

Ketegangan semakin meningkat sejak 8 Januari 2026 setelah Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran, menyerukan perlawanan terhadap pemerintah.

Di beberapa kota besar, aksi protes berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan yang menyebabkan korban di kedua belah pihak.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengancam akan meluncurkan serangan besar terhadap Iran jika pemerintah Iran melanjutkan program nuklir dan rudalnya, atau jika demonstran sipil terbunuh.

Serangan AS ke Venezuela: Maduro Ditangkap, Kekuasaan Beralih

Pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan serangan besar ke Venezuela dan berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya.

Keduanya kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait narko-terorisme.

Sebagai respons atas penangkapan tersebut, Mahkamah Agung Venezuela menetapkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.

Lavrov tidak secara langsung mengomentari serangan AS tersebut, namun pernyataannya mencerminkan posisi Rusia yang menentang eskalasi ketegangan dan mendukung penyelesaian damai atas konflik geopolitik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Berita Terpopuler: Ya Tuhan, Honorer Sudah Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu, tetapi Gajinya Viral karena Setara 10 Kg Beras
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Korupsi Berulang Kepala Daerah, Bukan Berarti Harus Mengubah Sistem Pilkada
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Sudewo, Jabatan Desa, dan Rapuhnya Integritas Kekuasaan Daerah
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Jembatan Gantung Putus di Lampung Tengah, Mobil Boks Tercebur ke Sungai | BERITA UTAMA
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Musim Hujan Tapi Tetap Sehat? Kebiasaan Kecil Ini Kerap Diremehkan-Tips Kesehatan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.