Tips Sehat Puasa bagi Penderita Diabetes dan Hipertensi: Atur Waktu Olahraga dan Asupan Protein

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

MENJALANKAN ibadah puasa bagi penderita diabetes dan hipertensi memerlukan strategi khusus agar kondisi tubuh tetap bugar dan kadar gula darah tetap terkendali. Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K), membagikan sejumlah panduan penting mulai dari pengaturan waktu olahraga hingga pola makan yang tepat.

Salah satu poin krusial yang disoroti Inge adalah pemilihan waktu berolahraga. Ia menyarankan agar penderita diabetes atau hipertensi tetap aktif bergerak, namun dengan pemilihan waktu yang presisi guna menghindari risiko kesehatan.

"Jangan lupa juga olahraga, misalnya kalau dilakukan sesudah sahur, dikhawatirkan (seseorang) menjadi haus, jadi, lakukan olahraga kira-kira setengah atau satu jam sebelum berbuka," ujar Inge, dikutip Rabu (21/1).

Baca juga : Panduan Puasa bagi Penderita Diabetes dan Hipertensi: Atur Pola Makan, Kenali Batas Tubuh

Menurutnya, olahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi dan rasa lemas yang berlebihan, mengingat tubuh tidak akan mendapat asupan cairan dalam waktu lama setelahnya.

Pengaturan Pola Makan saat Berbuka

Khusus bagi pasien diabetes, momen berbuka puasa sering kali menjadi tantangan. Inge mengingatkan agar pasien tidak terjebak untuk langsung mengonsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi secara berlebihan.

Meskipun buah-buahan umumnya sehat, pasien diabetes disarankan untuk membatasi konsumsi buah yang terlalu manis seperti jambu dan melon, atau pemanis tambahan seperti madu dan kolak secara berlebihan saat berbuka. Tujuannya adalah agar peningkatan kadar gula darah terjadi secara bertahap dan normal, bukan melonjak drastis.

Baca juga : Olahraga Terarah Turunkan Risiko Penyakit Metabolik

"Pemilihannya itu harus benar-benar supaya kadar gula darah meningkat normal, tidak menjadi meningkat berlebihan,” jelasnya.

Selain itu, pengaturan waktu makan malam juga perlu diperhatikan.  Inge menyarankan agar makan malam dilakukan sekitar tiga jam sebelum tidur untuk memberikan waktu bagi tubuh mencerna makanan dengan optimal.

Pentingnya Kecukupan Protein

Salah satu tantangan selama berpuasa adalah terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian, terutama protein. 

Protein memiliki peran vital bagi penderita diabetes, mulai dari menjaga massa otot, mendukung penyembuhan luka, hingga membantu manajemen berat badan melalui rasa kenyang yang lebih lama.

Untuk menyiasati hilangnya waktu makan siang, Dr. Inge menyarankan penggunaan susu khusus diabetes sebagai tambahan nutrisi di malam hari.

"Memindahkan protein yang ada pada makan siang, sebelum tidur bisa mengonsumsi susu untuk diabetes,” kata Inge.

Susu tersebut berfungsi menggantikan asupan protein yang mungkin kurang selama berpuasa. 

Secara umum, porsi protein yang ideal bagi penderita diabetes berkisar antara 10 hingga 15 persen dari total porsi makan harian. Dengan pengaturan pola makan yang bergizi dan tidak berlebihan, risiko kenaikan berat badan akibat kalap saat berbuka puasa pun dapat dihindari. (Ant/Z-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pandemi Covid-19 Hantam Pedagang Pasar Cipadu: Omzet Merosot, Aset Terkikis
• 4 jam lalukompas.com
thumb
KCI Kembali Uji Coba KRL Baru Buatan INKA Sebelum Beroperasi Layani Penumpang
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Wali Kota Madiun Bantah Lakukan Pemerasan dan Terima Gratifikasi Rp 2,2 Miliar
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
IMF Proyeksi Ekonomi Global Tumbuh 3,3% di 2026
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Unik, Bocah SD di Gunungkidul Mahir Merakit Sound System
• 17 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.