GenPI.co - Genap setahun menjabat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai telah menghancurkan tatanan global pasca-Perang Dunia II.
Kebijakan Trump telah mengubah wajah dunia secara signifikan.
Trump membuka tahun baru dengan serangkaian kebijakan agresif.
Pada 3 Januari, Trump memerintahkan serangan militer ke Venezuela, negara kaya minyak yang selama ini menjadi rival AS.
Serangan tersebut menewaskan lebih dari 100 orang dan berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro.
Sejak itu, Trump kerap melontarkan ancaman militer, baik terhadap lawan maupun sekutu.
Dia kembali menggaungkan wacana merebut Greenland dari Denmark dan mengancam Iran dengan alasan penindasan brutal terhadap demonstran.
Trump sempat mempertimbangkan aksi militer di Kolombia dan Meksiko, tetapi mengendurkan sikap setelah berdialog dengan pemimpin negara tersebut.
Trump pun makin jauh dari praktik kenegaraan tradisional.
Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller mengatakan era etiket internasional sudah berlalu.
"Kita hidup di dunia nyata yang diatur kekuatan, paksaan, dan kekuasaan," ucap Miller, dilansir AFP, Selasa (20/1).
Peneliti Brookings Institution Melanie Sisson menilai AS sebelumnya mampu mencapai kepentingannya tanpa harus menaklukkan atau menginvasi negara lain.
Sisson menyebut negara-negara lain kemungkinan akan mengikuti jejak Trump dalam mengedepankan kepentingan sempit.
"Saya rasa tatanan internasional pasca-Perang Dunia II tidak akan kembali seperti semula. Trump sedang membentuk ulang politik global dengan dampak jangka panjang," ujarnya.
Meski metode Trump mengejutkan, perubahan memang tidak terelakkan.
"Rusia dan Israel telah melakukan operasi militer tanpa konsekuensi internasional yang berarti. Jelas tatanan global tidak berjalan sebaik yang selama ini kita kira," katanya. (*)
Video heboh hari ini:





