JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hasil analisis dinamika atmosfer yang menunjukkan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia secara bergantian menjelang akhir Januari 2026.
"Pada 21 Januari, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT," kata Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani, dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
Kemudian, memasuki 22 Januari, potensi dampak cuaca serupa masih membayangi Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
"Berlanjut pada 23 Januari di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, serta NTT," tutur dia.
Baca juga: Komisi V Terkejut Pesawat ATR Jatuh di Maros, Minta BMKG Jelaskan Cuaca Saat Kejadian
Selanjutnya, intensitas cuaca ekstrem berpotensi di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 24 Januari.
BMKG juga memprakirakan wilayah Bali, NTB, dan NTT akan mengalami peningkatan curah hujan pada periode 25-26 Januari.
"Dinamika cuaca ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat di provinsi-provinsi tersebut guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul," tutur Andri.
Terlepas dari prakiraan tersebut, Andri mengatakan, kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer terkini.
Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Banjir hingga Tanah Longsor Jelang Akhir Januari 2026
"Kami meminta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Diharapkan berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang, perjalanan darat, laut, maupun udara," ujar dia.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca darat, laut, dan udara melalui aplikasi InfoBMKG, agar secara berkala mendapatkan informasi berdasarkan analisis dan data meteorologi terbaru.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang