Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi tawarkan penambang digaji usai lihat Gunung Ciremai gundul mendadak jadi sorotan. Hal ini pun bermula gegara keprihatinan Gubernur Jawa Barat itu melihat hutan menjadi gundul.
Kejadian tersebut pun terjadi tatkala Dedi Mulyadi saat melakukan inspeksi mendadak ke penambang di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan tersebut, pada Kamis (15/1/2026). Momen itu juga diungkap dan ditayangkan Dedi YouTube dan Instagramnya.
Dan ya di momen itu, saat melihat aktivitas penambangan, Dedi meminta para penambang batu dan pasir untuk berhenti. Usut punya usut, hal itu lantaran Dedi syok dan prihatin melihat kondisi hutan di Gunung Ciremai telah gundul.
"Aduh gusti," ucap Dedi Mulyadi dengan nada prihatin dikutip Grid.ID dari postingan Instagram @dedimulyadi71, Rabu (21/1/2026).
Melihat hal itu, Dedi menyempatkan diri untuk mengobrol kepada para penambang. Dimana terungkap bahwa setiap orang biasanya mendapat upah Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.
Dan kini juga sudah sepi karena jarangnya mobil yang ingin mengangkut hasil batu dan pasir dari para penambang.
"Sepi kalau sekarang, cuma ada pasir aja," ujar seorang penambang.
Mendengar pengakuan penambang tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan sepinya minta itu karena para pembeli hasil tambang itu kini takut kepada kebijakannya.
"Ya karena takut, Gubernur mulai ngamuk," timpal Dedi Mulyadi.
Setelahnya, Dedi Mulyadi tawarkan penambang digaji usai lihat Gunung Ciremai gundul. Ia juga memberi peringatan keras bagi siapa pun yang merusak alam.
"Mau yang besar, mau yang kecil, saya garuk semua, mau rakyat kecil, mau orang besar, kalau melanggar, ditindak, karena ini kewajiban Gubernur," beber Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, selain memberikan peringatan, Dedi Mulyadi tawarkan penambang digaji dan berhenti. Sebagai gantinya, para penambang itu diminta untuk bekerja sebagai penjaga hutan yang nantinya akan digaji Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
"Saya ngasuh solusi, sok Abah mau gak alih kerja, jadi penanam pohon di kaki Gunung Ciremai," ujar Dedi.
Tak tanggung-tanggung, Dedi Mulyadi tawarkan penambang digaji Rp 1,5 juta per bulan sebagai dedikasi merawat pohon dan menjaga hutan tersebut. (*)
Artikel Asli




