GenPI.co - Pelatih Timnas Senegal Pape Thiaw dibayangi sanksi seusai menjuarai Piala Afrika 2025.
Senegal memastikan gelar juara Piala Afrika 2025 setelak mengalahkan tuan rumah Maroko, Senin (19/1) dini hari WIB.
Bermain di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, Senegal menang dengan skor tipis 1-0 atas Maroko melalui babak tambahan waktu.
Gol kemenangan tim berjuluk Singa Teranga itu dicetak Pape Gueye pada menit ke-94.
Namun, pertandingan final Piala Afrika 2025 sempat diwarnai ketegangan tinggi.
Menjelang akhir waktu normal, pemain Senegal melakukan aksi mogok bermain sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit Jean Jacques Ndala.
Pada situasi tersebut, Pape Thiaw disebut menjadi sosok yang memicu pemainnya meninggalkan lapangan dan masuk ke ruang ganti.
Akibat aksi tersebut, pertandingan harus tertunda sekitar lebih dari 10 menit.
Kapten Timnas Senegal Sadio Mane berperan penting meredam situasi dengan membujuk rekan-rekannya kembali ke lapangan.
Laga pun dilanjutkan hingga babak tambahan, yang akhirnya dimenangkan Senegal.
Meskipun sukses meraih gelar juara, tindakan tersebut berpotensi berujung hukuman.
Pape Thiaw secara terbuka mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik sepak bola.
"Saat situasi panas, emosi memang sulit dikendalikan. Saya sempat meminta pemain keluar, tetapi kemudian saya meminta mereka kembali. Kami menerima kesalahan wasit dan menyadari bahwa tindakan itu tidak seharusnya terjadi," ujar Thiaw dikutip dari Tribuna, Rabu (21/1).
Namun, pernyataan Thiaw itu tidak bisa menyelamatkannya dari bayangan sanksi yang akan diberikan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Komite Disiplin CAF tengah mengkaji insiden pada final Piala Afrika 2025 dan berpeluang menjatuhkan sanksi kepada Thiaw.(*)
Video populer saat ini:


