JAKARTA, KOMPAS.com – Kebiasaan merokok sambil berkendara masih kerap ditemui di jalanan Ibu Kota. Aktivitas yang kerap dianggap sepele ini tak hanya mengganggu konsentrasi pengendara, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lain dan melanggar aturan lalu lintas yang berlaku.
Bagi sebagian orang, menyalakan rokok sebelum memulai perjalanan dianggap dapat membuat suasana berkendara lebih nyaman.
Bahkan, kemampuan mengemudi yang sudah terasah membuat sejumlah pengendara merasa percaya diri tetap berkendara sambil memegang rokok di tangan.
Baca juga: Viral Bocah Merokok di Pasar Senen: Terbiasa Mengamen, Dapat Rokok dari Orang
Tanpa rasa bersalah, rokok diisap hingga habis hanya demi menghilangkan rasa asam di mulut saat berkendara. Padahal, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.
Situasi menjadi semakin memprihatinkan ketika abu dan bara rokok dibuang sembarangan. Tak jarang, abu atau bara rokok itu terbang terbawa angin dan mengenai pengendara lain.
Abu dan asap rokok yang beterbangan di jalan tentu mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, paparan asap rokok juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, terutama bagi mereka yang menjadi perokok pasif.
Salah satu warga Jakarta, Rere (32), mengaku sangat terganggu dengan paparan asap rokok dari pengendara lain saat berada di jalan.
"Sering banget dan sangat merasa terganggu karena jujur aku paling enggak bisa kena asap, apalagi asap rokok. Enggak suka banget," ungkap dia ketika diwawancarai Kompas.com di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (20/1/2026).
Bagi Rere, kondisi tersebut semakin menyiksa karena kualitas udara Jakarta yang sudah tergolong buruk.
Baca juga: Bara Rokok Masuk Mata saat Berkendara Sambil Merokok, Pemotor: Itu Tak Membuatku Kapok
Jadi korbanPengalaman tidak menyenangkan membuat Rere semakin membenci asap rokok. Ia pernah menjadi korban ketika mata dan wajahnya terkena bara serta abu rokok yang diisap rekannya sendiri.
"Pernah, waktu itu teman sendiri pelakunya dan aku tegur dia karena asap rokoknya itu," sambung dia.
Teguran tersebut sempat memicu ketegangan karena sang rekan tidak terima. Namun, Rere tetap menjelaskan asap rokok dapat mengganggu orang lain dan berbahaya jika dibuang sembarangan.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Rere kini selalu menggunakan helm full face setiap berkendara. Ia berharap perlindungan tersebut bisa menghalau debu, asap, maupun bara rokok dari pengendara yang tidak bertanggung jawab.
Rere mengaku masih berani menegur perokok jika orang tersebut dikenalnya. Namun, jika pelaku tidak dikenal, ia memilih diam demi menghindari potensi konflik.
Pasalnya, tidak semua perokok bisa menerima teguran dengan lapang dada. Sebagian justru bereaksi emosional dan memicu keributan.
Baca juga: Pelaku Usaha Reklame Minta Pemprov DKI Tak Larang Total Iklan Rokok

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5422493/original/010755300_1763988568-Jepretan_Layar_2025-11-21_pukul_19.47.30.png)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)