Bisnis.com, MAKASSAR - Identitas korban kedua yang ditemukan dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, teridentifikasi bernama Florencia Lolita Wibisono.
Korban merupakan seorang pramugari berumur 33 tahun dengan alamat di Apartemen Oak Tower A Unit 216 Pulau Gadung, Jakarta Timur.
Kepastian tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti dan ciri medis korban, usai tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dari Biddokkes Polda Sulsel, Pusdokkes Polri, Pusident Polri dan Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Unhas melakukan identifikasi.
"Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono," ungkap Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris, Rabu (21/1/2026).
Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menambahkan saat ini pihaknya sedang menghubungi keluarga korban dan akan segera diserahkan ke Basarnas. Basarnas nantinya yang akan menyerahkan jenazah kepada keluarga korban.
"Saat ini kami masih berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait akan penyerahan lebih lanjut," ungkap Djuhandhani Rahardjo Puro.
Baca Juga
- DPR Soroti Kecelakaan Pesawat ATR 42-500: Berbelok hingga Alami Kendala Teknis
- Fakta-fakta Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Laik Mengudara?
- Pemprov Sulsel Sumbang Rp2,5 Miliar untuk Bantu Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500
Florencia sendiri merupakan korban pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di jurang kedalaman 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung pada Senin (19/1/2025).
Selain Florencia, tim SAR sebelumnya juga telah mengevakuasi satu jenazah berjenis kelamin laki-laki. Saat ini jenazah tersebut masih diidentifikasi di RS Bhayangkara Makassar.Evakuasi puing pesawat ATR 42-500 dari lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026)./Basarnas.




