Sambil Menangis, Dirut PLN Ceritakan Perjuangan Pemulihan Listrik di Sumatera

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menangis saat menjelaskan tantangan pemulihan listrik di wilayah bencana Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh.

Darmawan mengatakan bencana hujan lebat yang disusul banjir bandang dan longsor di Sumatera tersebut berdampak masif pada kerusakan sistem kelistrikan yang dioperasikan PLN.

"Dampaknya dalam hal ini, baik itu ke pembangkit kami, baik itu ke tower-tower kami, baik itu ke gardu induk kami, baik itu ke tiang listrik yang di pinggir jalan, baik itu ke instalasi di rumah. Sehingga ini dampaknya sangat masif," kata Darmawan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (21/1).

Darmawan menjelaskan sistem kelistrikan di Sumatera Barat sudah pulih 100 persen sejak 23 Desember 2025, kemudian wilayah Sumatera Utara pada dasarnya sudah pulih 100 persen, namun karena ada banjir dan longsor susulan, wilayah Tapanuli Utara padam kembali.

"Saat ini masih terdapat dua desa di Tapanuli Utara yang masih mengalami padam, sehingga yang tadinya telah pulih 100 persen saat ini menjadi 99,97 persen desa sudah berhasil dipulihkan," ungkap Darmawan.

Darmawan mengungkapkan pemulihan sistem kelistrikan tidak hanya dibantu oleh seluruh tim PLN, tetapi juga seluruh unsur masyarakat hingga TNI/Polri, terutama mengingat sulitnya logistik di daerah bencana untuk mengangkut peralatan tower dan transmisi.

"Ini adalah pengalaman di mana kedigdayaan tim PLN harus menghadapi bagaimana ganasnya alam yang memang betul-betul kedepannya kami perlu melakukan perencanaan dan juga bagaimana memperkuat sistem kami untuk menghadapi bencana seperti ini," ujar Darmawan.

Saat menjelaskan dan memperlihatkan video singkat terkait sulitnya medan di wilayah bencana, Darmawan sampai menangis karena terharu atas bantuan masyarakat yang saling membantu membangun fasilitas kelistrikan, terutama di Aceh.

Dia mencatat terdapat 24 tower yang rusak di Aceh yang perlu diperbaiki dalam waktu yang sangat singkat, kemudian total ada 66 tower transmisi terdampak, 19 tower yang roboh, 47 tower yang mengalami deformasi. Hal ini menyebabkan aliran listrik dari transmisi backbone Sumatera tersendat ke Aceh.

"Pertama kali kami merasakan bahwa kami adalah manusia yang sangat kecil melawan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan alam. Tim kami memberikan yang terbaik di luar batas kemampuan kemanusiaan. Dan kami mengakui bahwa ini adalah perubahan besar bagaimana kami menyikapi keandalan dari sistem kelistrikan," kata Darmawan.

Darmawan menuturkan perbaikan sistem kelistrikan berkorelasi dengan akses jalan yang terputus atau tidak, sementara kerusakan rumah merupakan kasus lain.

Dia mengungkapkan dari total 6.500 desa yang ada di Aceh, masih ada 60 desa kurang dari 1 persen yang listriknya masih terhambat karena akses jalan masih terisolir. Untuk itu, dia menyambut baik bantuan 1.000 genset dari Kementerian ESDM.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DPR-Pemerintah Siapkan RUU Kawasan Industri
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Kementerian ATR Cabut HGU di Lahan Milik TNI AL, KPK Lakukan Pendalaman
• 31 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Ungkap Rencana Bangun Universitas Berstandar Inggris di Indonesia
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Tim SAR Temukan Kotak Hitam PK-THT
• 11 menit lalutvrinews.com
thumb
Awal 2026 Suram: Rupiah Kalah dari Semua Mata Uang Tetangga
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.