Trump, Presiden Prabowo, dan Jensen Huang ke Davos

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Davos

Pertemuan pemimpin dunia dan raksasa teknologi di tengah memanasnya tensi politik global.

Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 resmi dibuka di Davos, Swiss, pada pekan ini. 

Di tengah eskalasi geopolitik global yang kian intens, kehadiran sejumlah tokoh kunci seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, dan CEO Nvidia Jensen Huang menjadi sorotan utama dalam agenda tahun ini.

Kembalinya Donald Trump ke Davos menandai kehadiran fisik pertamanya sejak tahun 2020. Setelah sebelumnya hanya menyampaikan pidato secara virtual, kali ini Trump membawa delegasi AS dalam jumlah besar. 

Pihak penyelenggara mengonfirmasi bahwa rombongan yang menyertai Trump merupakan delegasi Amerika Serikat terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di forum ini.

Selain itu, kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan pemimpin industri teknologi seperti Jensen Huang mencerminkan upaya forum untuk menyeimbangkan dialog antara stabilitas politik dan lompatan teknologi kecerdasan buatan.

Absensi Pemimpin Dunia Warnai Forum

Meskipun mencatat rekor partisipasi hingga 3.000 pemimpin dari berbagai sektor, suasana di Davos tahun ini tetap diselimuti ketegangan diplomatik. 

Salah satu kejutan besar muncul dari Pemerintah Denmark yang secara resmi memutuskan untuk menarik diri dari forum tersebut. 

Langkah ini merupakan imbas dari perselisihan diplomatik yang memanas terkait isu Greenland.

"Keputusan mengenai kehadiran adalah urusan pemerintah yang bersangkutan. Kami dapat mengonfirmasi pemerintah Denmark tidak akan diwakili di Davos minggu ini," ujar juru bicara WEF dalam pernyataan resminya di laman WEF 2026.

Selain Denmark, sejumlah pemimpin negara lain juga dipastikan absen. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, secara mendadak membatalkan kunjungan yang seharusnya dijadwalkan pada Selasa waktu setempat. 

Dari wilayah Asia, Presiden Tiongkok Xi Jinping kembali memilih untuk tidak hadir, sebuah langkah yang oleh sejumlah analis dinilai sebagai sinyal semakin lebarnya jarak antara kekuatan ekonomi besar Asia dengan agenda-agenda di Davos.

Dinamika Global South dan Eropa

Fenomena ketidakhadiran ini juga merambah ke negara-negara yang tergabung dalam Global South. Pemimpin dari Brasil dan India tidak terlihat dalam daftar peserta tahun ini. 

Situasi serupa terjadi di Eropa, di mana ketidakpastian politik terlihat dari absennya nama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan pemimpin Italia Giorgia Meloni dalam daftar delegasi resmi.

Pertemuan tahun ini menjadi krusial karena berlangsung di saat tatanan ekonomi dunia sedang mencari titik keseimbangan baru. 

Dengan hadirnya 850 pemimpin korporasi global, Davos 2026 diharapkan dapat melahirkan solusi konkret di tengah meningkatnya fragmentasi politik dan ekonomi antarnegara.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rusia Kritik Pemimpin Eropa di Davos, Lavrov Tuduh Barat Manfaatkan Forum untuk Tekan AS soal Ukraina
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Registrasi Akun SNPMB 2026 Kapan Ditutup? Ini Batas Waktu Krusial dan Risikonya
• 4 menit lalusuara.com
thumb
Realisasi Penyaluran KUR 2025 Capai Rp 270 Triliun, 96 Persen dari Target
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
PSG Tersungkur, Sporting Menang Dramatis di Liga Champions
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ratusan Lapak Pedagang Pasar Tumpah SGC Direlokasi Demi Urai Kemacetan
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.