Rusia Kritik Pemimpin Eropa di Davos, Lavrov Tuduh Barat Manfaatkan Forum untuk Tekan AS soal Ukraina

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuding bahwa para pemimpin Eropa menggunakan Forum Ekonomi Dunia di Davos untuk memengaruhi kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait konflik Ukraina.

Lavrov menyebut bahwa sejumlah pertemuan yang digelar di Davos dimaksudkan untuk kembali mengkritik Presiden Trump menggunakan pendekatan yang menurutnya sudah gagal.

"Beberapa pertemuan telah diumumkan di Davos hari ini atau besok, di mana mereka akan kembali mengkritik Presiden Trump dengan pendekatan-pendekatan yang sepenuhnya sudah terdiskreditkan dan gagal," ungkapnya.

Pernyataan ini disampaikan Lavrov dalam konferensi pers tahunan yang membahas hasil diplomasi Rusia selama tahun 2025.

AS Dinilai Pahami Akar Konflik Ukraina

Lavrov meyakini bahwa Amerika Serikat memahami pentingnya membahas akar konflik di Ukraina secara menyeluruh.

Ia menyatakan bahwa pemerintahan Trump telah mengusulkan berbagai solusi yang memperhatikan kebutuhan untuk menyelesaikan konflik tersebut secara menyeluruh.

Namun di saat yang sama, menurut Lavrov, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bersama dengan sejumlah negara Eropa sedang berupaya mendorong Amerika Serikat agar mendukung gagasan gencatan senjata.

"Namun tentu saja, kita tidak boleh membiarkan rezim Kiev kembali mempersenjatai dirinya sendiri dan memberinya kesempatan untuk bernapas lega dan kembali menyerang Rusia," tegasnya.

Rusia Tolak Jaminan Keamanan untuk Ukraina

Lavrov menyebut bahwa Ukraina saat ini dalam kondisi buruk, baik secara militer di medan perang maupun secara politik di dalam negeri.

Menurutnya, setiap usulan yang bertujuan untuk mempertahankan pemerintahan di Kiev tidak dapat diterima oleh Rusia.

"Jaminan keamanan yang dibicarakan dengan hormat oleh para kolega Eropa, seraya mempromosikan kontribusi mereka dalam memastikan kepentingan perdamaian, jaminan keamanan ini diberikan untuk rezim Nazi Kiev saat ini, kita tidak boleh melupakan soal ini," ia mengungkapkan.

Lavrov menegaskan bahwa Rusia akan tetap menolak setiap inisiatif yang dinilai hanya memperpanjang konflik dan tidak menyentuh akar permasalahan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bahas Nasib Sudewo, Gerindra Jateng Tunggu Pengumuman Resmi KPK
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Terkuak Komunikasi Terakhir Pilot ATR 42-500 dengan ATC Sebelum Hilang Kontak, Ternyata Ini yang Terjadi
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Imbas Banjir Sumatera Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan, Berikut Daftarnya
• 11 jam lalunarasi.tv
thumb
Laporan Kongres AS: 20 Tahun Kesepakatan Rahasia Antara PKT dan Rezim Maduro Terbongkar
• 19 jam laluerabaru.net
thumb
Hotman Paris Anggap Posisi Inara Rusli Makin Rumit
• 21 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.