Red Planet Indonesia adalah perusahaan yang membangun dan mengelola jaringan hotel budget merek Monoloog dan hotel bintang empat ‘Pusako’ di Bukittinggi.
IDXChannel—Red Planet Indonesia milik siapa? PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) adalah emiten barang konsumen non-primer yang menjalankan kegiatan usaha di bidang hotel dan pariwisata.
Pada perdagangan Rabu (21/1/2026), saham PSKT ditutup menguat 24,84 persen di harga Rp402 per saham. PSKT masuk dalam deretan top gainers dan top value harian dengan nilai transaksi Rp301,43 miliaran.
Melansir laman resmi perseroan, Red Planet Indonesia adalah perusahaan yang membangun dan mengelola jaringan hotel budget merek Monoloog dan hotel bintang empat ‘Pusako’ di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Perjalanan bisnis perseroan dimulai dengan PT Pusako Tarinka Tbk, sebelum akhirnya bertransformasi pada 2014 dan mengubah nama menjadi Red Planet Indonesia. Transormasi ini juga diikuti dengan investasi dan ekspansi agresif di pasar domestik.
Perseroan membangun sistem informasi terintegrasi untuk mempermudah reservasi kamar di jaringan hotel budget-nya. Sebelum menggunakan nama Monoloog pada 2023, perseroan sempat menggunakan nama brand Red Planet Hotel.
Hotel budget pertama perseroan dibuka di Surabaya. Hotel budget milik perseroan rata-rata memiliki lebih dari 100 kamar dan berlokasi di kawasan strategis di kota-kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Makassar, Palembang, Pekanbaru, Solo, dan Surabaya.
Lalu siapa pemilik Red Planet Indonesia saat ini? Mengutip data Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan saham di PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT).
Siapa Pemilik Red Planet Indonesia?Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia, hingga akhir 2025 pengendali saham PSKT adalah PT Crio Indonesia dengan kepemilikan sebanyak 994 juta saham.
Jumlah itu setara dengan 10 persen dari total saham terdaftar. Pemegang saham mayoritas lainnya adalah PT Basis Utama Prima dengan kepemilikan sebanyak 4,21 miliar saham, setara 40 persen.
Sebagai pengingat, Basis Utama Prima adalah perusahaan milik Happy Hapsoro, pengusaha yang memiliki usaha di bidang migas dan perhotelan. Hapsoro juga memiliki jaringan hotel dan resor mewah melalui PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA).
Lalu Mohammad A.R.P Mangkuningrat dengan kepemilikan 2,32 miliar saham, atau setara 23 persen, dan PT Trajective Mitra dengan kepemilikan sebanyak 756 juta saham, setara 7 persen dari total saham.
Sedangkan masyarakat memiliki 2,04 miliar saham PSKT, setara 19 persen dari total saham. Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham PSKT, atau pemilik perusahaan, adalah Suwito yang menguasai perusahaan melalui Crio Indonesia.
Dalam satu bulan terakhir, saham PSKT mencatatkan pertumbuhan harga sebesar 48,89 persen. Namun jika ditarik hingga satu tahun terakhir, PSKT telah tumbuh sebesar 1.048 persenan.
Itulah informasi singkat tentang siapa pemilik Red Planet Indonesia.
(Nadya Kurnia)




