FAJAR, MADRID – Raksasa La Liga, Real Madrid, dikabarkan siap mengguncang jagat sepak bola pada bursa transfer musim panas mendatang.
Demi menjaga status sebagai “Los Galacticos”, El Real dilaporkan tengah menyiapkan dana fantastis mencapai Rp3,5 triliun (€180 juta) untuk membajak bintang Bayern Munchen, Michael Olise.
Langkah agresif ini berpotensi memecahkan rekor transfer klub dan mengubah peta kekuatan sepak bola Eropa.
Keputusan Real Madrid untuk merogoh kocek sedalam itu bukan tanpa alasan.
Michael Olise, yang kini berusia 24 tahun, sedang menikmati masa keemasan dalam kariernya bersama Bayern Munchen.
Sepanjang musim 2025/2026, pemain asal Prancis ini telah menjelma menjadi mesin pemberi assist dan pencetak gol yang mematikan.
Catatannya sangat mencolok. Dari 28 laga di semua kompetisi, Olise telah membukukan 13 gol dan 20 assist.
Di kompetisi Bundesliga saja, ia tampil sangat dominan dengan terlibat dalam 25 gol hanya dari 18 pertandingan.
Efisiensi luar biasa inilah yang membuat Presiden Real Madrid, Florentino Perez, kepincut untuk memboyongnya ke Santiago Bernabeu.
Bayern Munchen dalam Dilema Besar
Meskipun Olise masih terikat kontrak panjang hingga Juni 2029, tawaran sebesar €180 juta adalah angka yang sulit untuk ditolak secara mentah-mentah.
Bayern Munchen sebenarnya ingin menjadikan eks pemain Crystal Palace ini sebagai ikon masa depan klub.
Namun, sejarah mencatat bahwa jarang ada klub yang mampu bertahan jika Real Madrid sudah melayangkan tawaran dengan nominal “ekstrem”.
Jika kesepakatan ini terwujud, Olise tidak hanya akan menjadi pemain termahal Madrid. Akan tetapi, juga salah satu transfer paling mahal dalam sejarah sepak bola, mendekati rekor dunia milik Neymar.
Efek Domino Kedatangan Olise
Transfer Michael Olise ke Real Madrid bukan sekadar perpindahan pemain bintang, melainkan sebuah langkah strategis yang akan memicu “efek domino” di internal tim.
Kedatangan Olise yang memiliki kemampuan bermain di posisi sayap dan gelandang serang secara otomatis meningkatkan tensi persaingan di lini depan.
Dengan kontrak Vinicius yang akan berakhir pada 2027 dan proses negosiasi yang sempat tersendat, kehadiran Olise bisa menjadi sinyal bahwa Madrid sedang menyiapkan “Rencana B” jika bintang Brasil itu memutuskan hengkang.
Menarik melihat laporan bahwa pembicaraan kontrak Vinicius terhambat karena faktor Xabi Alonso.
Jika Madrid benar-benar mendatangkan Olise, profilnya yang sangat kreatif (20 assist) akan memberikan dimensi baru bagi lini tengah Madrid yang mulai menua.
Bisa memberikan suplai bola lebih matang bagi Kylian Mbappe.
Dengan status Olise sebagai pilar masa depan Timnas Prancis, Madrid ingin mengamankan aset berharga ini sebelum nilainya semakin meroket setelah Piala Dunia 2026.
Memiliki duet Mbappe-Olise di level klub dan timnas akan memberikan keuntungan komersial sekaligus teknis yang luar biasa bagi Los Blancos.
Sementara bagi Bayern Munchen, jika kehilangan Olise akan menjadi pukulan telak bagi reputasi Bundesliga.
Namun, dengan Rp3,5 triliun, Bayern bisa melakukan perombakan skuad secara besar-besaran (rebuild) untuk membeli 2-3 pemain kelas dunia lainnya demi menjaga keseimbangan tim. (*)





