jakarta.jpnn.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian memberikan dukungan kepada Mantan Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas yang sedang menjalani proses hukum terkait dugaan korupsi kuota haji.
“Sahabat dan saudara seperjuangan tidak akan pernah meninggalkannya. Publik harus menghormati asas praduga tak bersalah. Ini soal keadilan, bukan sekadar sensasi media atau tekanan politik,” kata Aminullah, Rabu (21/1).
BACA JUGA: Presiden Prabowo Janji Bangun 20 SMA Garuda untuk Lengkapi SMA Taruna Nusantara
Aminullah menilai adanya kekuatan besar di balik kasus yang menjerat Gus Yaqut sehingga harus diungkap.
“KPK jangan hanya menarget Gus Yaqut. Pelaku kebijakan dan kepentingan di balik dugaan ini harus diproses hukum. Jangan sampai sahabat kami dikuyo-kuyo, sedangkan kekuatan besar tetap lolos dari pengawasan,” ujar Aminullah.
BACA JUGA: DPR Sebut Kunjungan Presiden Prabowo Kode Dukung IKN Nusantara
Aminullah menjelaskan PP GPA berkomitmen mendukung Gus Yaqut, baik melalui jalur hukum maupun politik.
“Keluarganya adalah keturunan para pejuang republik. Jika Gus Yaqut dikuyo-kuyo, keluarga besarnya pasti marah. Solidaritas dan keadilan adalah prinsip kami,” kata Aminullah.
BACA JUGA: Presiden Prabowo: Tujuan Bernegara untuk Kesejahteraan Semua Rakyat
Aminullah menambahkan dukungan dari PP GPA bukan sekadar retorika. Pihaknya akan mengawal proses hukum dengan tegas dan transparan.
“Kebenaran akan selalu menemukan jalannya dan sahabat seperjuangan tidak akan pernah ditinggalkan,” ujar Aminullah.
Aminullah Siagian menegaskan pihaknya akan berdiri untuk Gus Yaqut Cholil Qoumas.
“Keadilan tidak boleh dikompromikan. Demi keadilan, kami mengusulkan pada Presiden Prabowo agar Gus Yaqut diberi amnesti di dalam kasus ini karena sejak awal sangat politis,” kata Aminullah. (jos/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ragil



