Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperdalam penurunan hingga penutupan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. IHSG anjlok 124,37 poin atau 1,36 persen ke level 9.010,33.
Berdasarkan pantuan VIVA di Stockbit, IHSG bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan hari ini. Indeks sempat menyentuh area 8.977 sebagai titik terendah.
Nilai transaksi di pasar reguler tercatat mencapai Rp 32,04 triliun dengan total transaksi sebanyak 4,02 juta. Sementara itu, volume perdagangan sebesar Rp 56,13 miliar.
Sektor industri keok dengan mencatat koreksi 6,33 persen. Sektor properti dan transportasi mengalami penurunan signifikan, masing-masing sebesar 3,44 persen dan 3,04 persen.
Sektor teknologi, energi, inftastruktur dan keuangan merosot di kisaran 1 persen. Sementara itu, koreksi di bawah satu persen dicatatkan sektor kesehatan dan konsumer siklikal.
Sektor konsumer non-siklikal membukukan lonjakan tertinggi sebesar 0,58 persen. Sektor bahan baku menyusul hasil positif sebesar 0,14 persen.
- ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
"IHSG terkoreksi dipicu oleh aksi profit taking setelah indeks mencetak rekor tertinggi pada sesi sebelumnya," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Rabu, 21 Januari 2026.
Selain masifnya aksi ambil untung, tekanan timbul dari memburuknya sentimen domestik menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mencabut izin 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan. Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai melakukan pelanggaran lingkungan.
Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah MA5, disertai penyempitan area positif MACD. Indikator stochastic RSI yang bergerak turun dari area overbought.
"Ke depan, pasar akan mencermati perkembangan sentimen global, khususnya pidato Presiden Donald Trump pada forum World Economic Forum di Davos, serta rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang diperkirakan tumbuh kuat sebesar 4,3 persen secara kuartalan pada kuartal III-2025," lanjut Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Sederet emiten saham berhasil membukukan lompatan harga saat IHSG rontok. Berikut tiga saham di puncak jajaran 45 saham unggulan (LQ45).
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Saham ANTM mengkilap dengan mencetak kenaikan sebesar 3,64 persen atau 150 poin menjadi 4.270.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Saham INCO melesat 3,61 persen atau 225 poin dan ditutup pada level 6.450.



