Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Haji (Kemenhaj) menyatakan bahwa pelatihan kepada calon petugas haji 2026 kini dilakukan dengan cara semi militer. Sejumlah tahapan pun disiapkan demi meningkatkan kekuatan dan ketahanan fisik petugas.
"Diklat ini dirancang secara semi militer dan berlangsung dalam dua tahap, yaitu sesi luring tanggal 10 sampai dengan 30 Januari dan sesi daring mulai tanggal 2 sampai dengan 8 Februari," kata Menteri Haji (Menhaj) M Irfan Yusuf alias Gus Irfan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Advertisement
Menurutnya, pelatihan semi militer diperlukan untuk mempersiapkan kondisi fisik para calon petugas haji 2026. Sebab, mereka harus memahami medan tugas di Arab Saudi.
"Kenapa kita lakukan secara semi militer karena kita memerlukan mereka fisik siap, kita memerlukan disiplin mereka siap, dan juga kita memerlukan pemahaman medan bagi para calon petugas haji kita. Adapun diklat PPIH kloter akan dilaksanakan di asrama haji embarkasi masing-masing," ujarnya.



