Ciptakan Harga Murah untuk Petani, Pupuk Indonesia MoU dengan Aljazair

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Republik Indonesia terus memperkuat langkah strategis untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pupuk nasional. Langkah itu untuk memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau bagi petani dalam negeri.

Hal ini ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara perusahaan tambang fosfat Aljazair Somiphos, anak usaha Grup Sonarem dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang berlangsung di Aljir, Aljazair, Selasa (20/1).

Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari implementasi arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar negara hadir secara nyata dalam memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk, menekan biaya produksi, serta memastikan pupuk tersedia dengan harga terjangkau bagi petani. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia Sudaryono.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang sangat jelas bahwa negara harus hadir memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat waktu bagi petani. Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah," kata Sudaryono dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2025).

MoU ditandatangani oleh Direktur Utama Somiphos Mokhtar Lakhal dan Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi disaksikan Menteri Negara sekaligus Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi kedua negara, termasuk Duta Besar Republik Indonesia untuk Aljazair serta jajaran pimpinan Grup Sonarem.

Baca juga: Pemerintah Bakal Gaji Petani Terdampak Bencana Sumatera

Kerja sama ini mencakup kajian dan pengembangan peluang pasokan fosfat dari Aljazair untuk memenuhi kebutuhan industri pupuk nasional, sekaligus penjajakan investasi bersama di bidang penambangan dan pengolahan fosfat.

Adapun Fosfat merupakan salah satu bahan baku strategis dalam produksi pupuk, khususnya pupuk fosfat, yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menilai ketergantungan terhadap impor bahan baku selama ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi struktur biaya pupuk. Karena itu, kemitraan jangka menengah dan panjang dengan negara produsen dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Dengan memperluas sumber bahan baku dan membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan, kita tidak hanya menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional, tetapi juga menjalankan amanat Presiden untuk melindungi petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan Indonesia," ujar Sudaryono.

Nota kesepahaman tersebut berlaku selama 18 bulan dan mencakup pelaksanaan studi pendahuluan bersama untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomi proyek, pertukaran data, serta pengembangan peluang kerja sama pada tahap awal industri pengolahan fosfat.

Hasil kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, dan mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan.

Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono menjelaskan bahwa kunjungan kerja ke Aljazair yang berlangsung pada 19-21 Januari dilakukan bersama jajaran Pupuk Indonesia sebagai bagian dari upaya pengamanan pasokan bahan baku pupuk.

Baca juga: Pemerintah Mau Ulang Swasembada Bawang Putih, Kini Fokus Pembibitan

"Kita ingin tidak hanya membeli bahan baku, tetapi juga menguasai sumbernya di negara asal dan mengembangkan industrinya. Dengan begitu, kita bisa menyediakan pupuk dengan kualitas yang lebih baik, volume yang cukup, dan harga yang bisa ditekan lebih lanjut," tuturnya.

Dia menambahkan meskipun saat ini pemerintah telah memberikan diskon harga pupuk hingga 20 persen, penguasaan sumber bahan baku diharapkan memungkinkan pemerintah menekan harga pupuk lebih jauh di masa mendatang.

"Kalaupun sekarang pupuk sudah dikasih diskon 20 persen oleh Bapak Presiden, maka dengan kita menguasai sumber bahan baku pupuk ini diharapkan di masa-masa yang akan datang kita bisa memberikan pelayanan pupuk yang lebih baik secara volume cukup dan harganya bisa ditekan lagi," kata Sudaryono.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pengamanan pasokan bahan baku pupuk.

"Pupuk Indonesia terus mendukung Pemerintah Indonesia dengan menjajaki kerja sama bersama mitra strategis dengan negara sahabat. Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan bahan baku sehingga pupuk dapat diproduksi dan disalurkan dengan harga yang terjangkau bagi petani Indonesia," tutup Rahmad.




(akd/ega)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalani Debut di Indonesia Masters 2026, Dejan/Bernadine Melangkah Mulus ke Babak 16 Besar Berkat Strategi Tepat
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Dewan Perdamaian Gaza Trump Ditolak Macron, Mandat Terlalu Luas Jadi Sorotan
• 17 jam lalueranasional.com
thumb
Dikira Boneka, Jasad Bayi Ditemukan di Aliran Kali Cengkareng Drain
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Eks Bek Kiri PSG Merapat ke Persib
• 13 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Merinding! Pesan Duka Kakak Florencia, Pramugari Pesawat Nahas ATR 42-500
• 1 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.