FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan mengungkap identitas penemuan korban kedua berjenis kelamin perempuan dalam kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 adalah pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono atau yang karib disapa Olen.
Jenazah Florencia dievakuasi dari kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr Muhammad Haris mengatakan, proses identifikasi dilakukan secara terpadu oleh sejumlah unsur forensik nasional dan daerah.
“Setelah menerima satu kantong jenazah dari Basarnas pada Selasa malam (20/1/2026), tim DVI langsung melakukan proses identifikasi,” ujar Haris saat jumpa pers, Rabu (21/1/2026).
Berdasarkan hasil pencocokan data post mortem dan antemortem, jenazah tersebut berhasil diidentifikasi. Identifikasi dilakukan melalui sidik jari, data gigi, properti, serta ciri medis dan fisik korban.
“Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono,” jelas Haris.
Korban diketahui berjenis kelamin perempuan, berusia 33 tahun, dengan alamat tempat tinggal di Apartemen Wak Tower A Unit 216, Pulogadung, Jakarta Timur.
Proses identifikasi, lanjut Haris, dilakukan melalui sejumlah metode ilmiah untuk memastikan keakuratan data.
“Melalui sidik jari data gigi properti dan ciri medis,” pungkasnya.
Olen adalah korban kedua yang berhasil dievakuasi ke posko AJU Desa Tompo Bulu, Kecamatan, Kabupaten Pangkep, Selasa (20/1/2026) malam.
Korban ditemukan pada pukul 11.00 WITA, lalu sampai puncak 17.15. Kemudian tiba di posko pada pukul 20.00. Selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara pada pukul 20.30.
Setelah jenazah Olen diidentifikasi, kabar itu disambut duka cita oleh pihak keluarga. Kakak korban, Natasya Wibisono menyampaikan pesan duka penuh haru melalui unggahannya di Instagram.
Berikut ini ungkapannya:
Ketika “baik gak baik,
Tuhan Yesus tetap baik”
berdiri di titik yang berbeda.
Hari ini kami tidak berusaha meniadakannya.
Ini adalah duka.
Ini adalah luka.
Ini adalah kehilangan yang
sangat dalam bagi kami.
Dengan segala pertanyaan
yang tidak kami dapatkan jawaban,
air mata yang tidak dapat disangkal,
dan hati yang sedang retak
yang tak mungkin ditutupi.
Kami memilih percaya
di tengah ketidakpercayaan ini.
Bukan karena kami mengerti.
Bukan karena kami kuat.
Tetapi karena hanya kepada-Nya
kami bisa membawa cinta,
kehilangan, dan air mata kami ini.
Hanya Dialah pribadi
yang kami tau dan percaya
selalu memegang serta
memeluk erat hidup kami.
Dan kini..
Bagi kami “kehilangan” telah berganti nama.
Suara yang pernah kami panggil.
Hidup yang tidak tergantikan.
Florencia Lolita Wibisono.
Anugerah yang Tuhan
pernah titipkan dalam hidup kami.
Tuhan, hari ini kami menyerahkannya
ke dalam tangan-Mu.
Karena hanya di dalam-Mu
kami tahu dia aman.
Di tempat terbaiknya.
Flying higher,
Olen kami sayang.
Terimakasih buat semua doa
dan dukungannya yang sangat berarti
bagi kami sekeluarga.
Kami mohon tetap berdoa
untuk yang lain juga segera ditemukan
dan semua yang terkait
diberikan kekuatan dari Tuhan.
(Arya/Fajar)




