Eks Ketua Komnas HAM Hafid Abas Tekankan Praduga Tak Bersalah untuk Rektor UNM Prof Karta Jayadi

suara.com
8 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Prof. Hafid Abas, mantan Ketua Komnas HAM, menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah terkait tuduhan Rektor UNM.
  • Ia menilai opini publik prematur dapat merusak reputasi individu dan integritas institusi akademik Universitas Negeri Makassar.
  • Prof. Hafid mendukung Rektor UNM berdasarkan rekam jejak integritas, namun tidak mengintervensi proses hukum yang objektif.

Suara.com - Di tengah bergulirnya tuduhan yang menyasar Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Karta Jayadi, suara lantang datang dari tokoh hak asasi manusia terkemuka.

Mantan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2012-2017, Prof. Hafid Abas, menegaskan pentingnya mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menyikapi polemik ini.

Prof. Hafid, dengan kapasitasnya sebagai figur yang pernah memimpin lembaga pengawas HAM tertinggi di Indonesia, mengingatkan publik dan semua pihak agar tidak terburu-buru membentuk opini yang menghakimi.

Menurutnya, tuduhan yang belum memiliki kekuatan hukum tetap berpotensi merusak tidak hanya reputasi individu, tetapi juga marwah institusi pendidikan sekelas UNM.

“Ketika tuduhan yang belum terbukti menghantam seorang pemimpin perguruan tinggi, yang dirugikan bukan hanya individu, tetapi juga integritas seluruh institusi akademik. Prinsip praduga tak bersalah harus ditegakkan,” ujar Prof. Hafid dalam sebuah wawancara pada Selasa (21/1/2026).

Lebih jauh, Guru Besar ini menyoroti dampak destruktif dari opini publik liar yang dibangun tanpa landasan bukti yang kuat. Ia menilai, kegaduhan yang timbul dari spekulasi bisa menjadi praktik berbahaya yang mengganggu stabilitas dan iklim akademik yang seharusnya kondusif di lingkungan kampus ternama seperti UNM.

“Membiarkan tuduhan yang belum terbukti memengaruhi opini publik bukan hanya merugikan individu, tetapi juga dapat mengganggu proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di kampus,” tegasnya.

Hingga saat ini, Prof. Hafid mengaku belum melihat adanya bukti yang disajikan secara objektif dan transparan yang bisa menjadi dasar untuk membenarkan berbagai tuduhan yang dialamatkan kepada Prof. Karta Jayadi.

Sebagai sosok yang mengenal Rektor UNM secara personal dan profesional, Prof. Hafid juga memberikan kesaksian mengenai rekam jejak Prof. Karta Jayadi. Ia menggambarkan perjalanan karier sang rektor sebagai sebuah proses yang dibangun di atas fondasi integritas dan kerja keras.

Baca Juga: Guru Besar UNM Soroti Pasal Penghinaan di Era 'Big Bang' Transformasi Hukum 2026

“Saya mengenal Prof. Karta sejak lama. Dari jenjang paling dasar hingga memimpin UNM, beliau menunjukkan integritas, ketekunan, dan konsistensi. Beliau terbuka terhadap dialog dan memberi ruang bagi akademisi muda untuk berkembang,” ungkapnya.

Karakter kepemimpinan tersebut, menurutnya, bukanlah hasil pencitraan sesaat, melainkan buah dari proses panjang yang ditempa oleh tanggung jawab moral dan akademik.

Prof. Hafid bahkan menceritakan pengalamannya saat berdiskusi langsung dengan Prof. Karta Jayadi dan jajaran pimpinan UNM pada Juni 2025.

Dalam pertemuan itu, ia mengusulkan agar UNM mengambil peran strategis sebagai pusat kajian penurunan angka kemiskinan di level ASEAN, sebuah gagasan yang disambut serius oleh Rektor UNM.

Hal ini merujuk pada pengalaman UNM memimpin Proyek DELSILIFE, sebuah program pendidikan terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin di Asia Tenggara.

“Respons beliau menunjukkan visi kepemimpinan yang berbasis data dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” kata Prof. Hafid.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mahkamah Partai Gerindra Gelar Rapat Bahas Status Bupati Sudewo usai Jadi Tersangka Pemerasan
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Melihat SPPG Polri Cipinang, Dilengkapi Cold Storage Hingga Minus 20 Derajat
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Masters 2026: Jadi Energi Tambahan, Dejan/Bernadine Juga Waspadai Dukungan Suporter di Istora Senayan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Video Ribuan Warga Yunnan, Tiongkok  Menang dalam Perlawanan, Memaksa Pemerintah Membatalkan Kebijakan Kremasi Paksa
• 12 jam laluerabaru.net
thumb
Indonesia Masters 2026: Dejan/Bernadine Jadikan Turnamen Ini Tolok Ukur Kemampuan
• 14 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.