Grid.ID - Usai bercerai dari Andrew Andika pada Desember 2024 lalu, Tengku Dewi menceritakan pengalaman emosionalnya saat pertama kali menjalani peran sebagai single mom. Ia mengaku masa tersebut menjadi salah satu fase paling berat dalam hidupnya.
Tengku Dewi merasa beban yang ia tanggung terasa berlipat, terutama ketika harus mengurus anak-anak seorang diri. Ia juga menyayangkan sikap mantan suaminya yang dinilai tidak bertanggung jawab terhadap anak mereka.
“Ternyata berat ya jadi single mom. Ketika anak aku sakit kan namanya anak kecil clingy banget ya, walaupun ada mba maunya digendong sama aku terus. Yang gede juga masih jealous sama adiknya jadi itu tuh kayak pengen teriak,“ ungkapnya dikutip dari podcast Dapur Bincang Online pada Rabu (21/1/2026).
Ia mengaku rasa lelah tersebut kerap bercampur dengan kekesalan yang mendalam. Menurutnya, tanggung jawab seharusnya tidak hanya dibebankan pada satu pihak saja.
“Lebih ke kesal seharusnya ini orang tua yang tanggung jawab bukan gue doang loh. Kenapa ya aku bisa dihadapkan dengan orang yang dulunya selalu ada 24 jam, yang selalu support gue kok bisa ya berubah,“ katanya. Perubahan sikap sang mantan membuatnya sulit memahami kenyataan.
Ibu dua anak ini juga menyadari bahwa sifat seseorang bisa berubah di luar dugaan. Hal tersebut menjadi pelajaran besar baginya dalam memandang hubungan dan kepercayaan.
“Ternyata emang orang yang kita kenal aja bisa gak ke prediksi. Sorry to say ya dari yang orangnya care banget terus sekarang benar-benar gak punya empati, keselnya lebih kayak gemes, pengen gue tonjok rasanya,“ ujarnya.
Kekesalan itu, menurut Tengku Dewi, bukan semata-mata karena hubungan mereka yang berakhir. Ia menekankan bahwa yang paling ia sesalkan adalah peran sang ayah terhadap anak-anaknya.
“Semua itu karena dia seorang bapak tapi kok dia enggak bertanggung jawab sama anaknya. Maksudnya, aku ngerasa anak-anak punya hak untuk itu, menyampingkan dengan status aku sama dia,“ tuturnya. Ia menilai hak anak seharusnya tetap diutamakan.
Meski diliputi amarah dan kecewa, wanita kelahiran Medan ini berusaha menyadari batas dirinya sebagai manusia. Ia belajar untuk tidak menggantungkan harapan terlalu besar kepada orang lain.
“Tapi balik lagi, manusia enggak boleh berekspektasi dan harus surrender disaat lu udah ngambil keputusan dan melepaskan hal-hal negatif jangan berharap lagi, udah fight aja sama diri sendiri. Karena kalau berharap bakal kecewa, dan gue kecewa jadinya,“ katanya.
Seiring berjalannya waktu, ia mulai berdamai dengan keadaan yang ada. Kini Tengku Dewi memilih fokus pada dirinya dan anak-anak dan memaafkan menjadi langkah penting dalam hidup barunya. “Tapi sekarang sudah memaafkan itu semua, udah berhasil menerimanya juga,“ tutupnya. (*)
Artikel Asli


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429810/original/029953700_1764645013-000_32RM7MU.jpg)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F20%2F7ab762e75fe4090b8648ff6903b89be8-20260120kum4.jpg)