Grid.ID - Jenazah pramugari korban pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono akhirnya ditemukan. Florencia jadi korban kedua yang ditemukan oleh Tim SAR gabungan.
Diketahui, jenazah korban pesawat ATR 42-500 itu ditemukan dalam jurang sedalam 500 meter di area puncah Gunung Bulusaraung pada Senin (19/01/2026). Setelah ditemukan, jenazah korban lantas diidentifikasi oleh Disaster Victim Identification (DVI).
Menurut Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris identifikasi korban kedua itu langsung dilakukan pada Selasa (20/01/2026) malam. Setelah diidentifikasi, diketahui bahwa jenazah itu adalah Florencia Lolita Wibisono.
“Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono jenis kelamin perempuan umur 33 tahun dengan alamat apartemen Wak Tower A unit 216 Buleleng, Jakarta Timur,” kata dr Haris saat rilis di Bidokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026) dilansir Kompas.com.
Lantas bagaimana kronologi penemuan jenazah pramugari pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono tersebut? Simak penjelasannya.
Kronologi Penemuan Jenazah Pramugari Pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono
Jenazah Florencia ditemukan oleh Tim SAR gabungan dari jurang sedalam 500 meter di area puncak Gunung Bulusaraung pada Senin (19/1/2026). Jenazah akhirnya tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1) malam untuk menjalani proses otopsi dan identifikasi akhir setelah melewati medan yang terjal dan cuaca ekstrem.
Melansir Tribunnewsbogor.com, Saiful Malik, anggota Tim SAR dari Arai Sulsel menyebut jasad Florencia ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA. Jasad korban ditemukan dalam posisi tengkurap.
Ia juga ditemukan dalam posisi tersangkut di dahan pohon pada sebuah lereng yang sangat terjal. Keberadaan jasad Florencia ditemukan 100 meter sebelum titik bagian depan pesawat ditemukan.
"Posisinya 100 meter sebelum titik bagian depan pesawat ditemukan. Di bawahnya, kedalaman jurang mencapai 300 meter yang penuh risiko longsor dan bebatuan tajam. Tanpa kayu yang menyangkut itu, mungkin jatuh lebih dalam," jelas Saiful.
Ia menyebut kondisi jasad Florencia masih utuh meskipun terdapat luka serius seperti kaki kanan yang patah. Tim SAR mengaku harus menunggu kantong jenazah dalam waktu yang cukup lama sebelum bisa memobilisasi jasad ke jalur utama akibat medan yang berkabut dan licin.
Serda Marinir Syamsul Alam dari Yonmarhanlan Makassar menambahkan bahwa setelah dimasukkan ke kantong jenazah, posisi korban sempat digantung demi keamanan di jalur terjal tersebut.
"Kami harus bergerak pelan-pelan, karena satu kesalahan kecil bisa fatal," tegasnya.
Sementara itu, Kapusident Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mashudi menyebut sidik jari korban masih terbaca sehingga mudah untuk membaca identitas korban. Pihaknya juga membandingkan secara manual dengan mengambil data postmortem dan membandingkannya.
“Tim IDEN Polda melihat jenazah masuk dalam keadaan bagus sehingga untuk papiler yang ada di sidik jati masih bisa terbaca sehingga kami sudah langsung mengambil sidik jarinya, kemudian dengan alat peralatan kami miliki bisa langsung membaca identitas yang bersangkutan,” jelasnya dilansir Kompas.com.
“Tetapi untuk memastikan, untuk membuktikan secara sains, kami melakukan pembandingan yaitu dengan mengambil sidik jari jempol tangan kiri dan kami melakukan pembandingan dengan data pembanding,” ujarnya.
“Contohnya kita mengambil sidik jari pada postmortem kemudian kita melakukan pembandingan secara manual dengan data pembanding maka kami bisa meyakini secara keilmuan bahwa bersangkutan adalah Florencia Lolita Wibisono,” lanjut Mashudi.
Name Tag di Tubuh Florencia
Tim SAR menemukan korban kedua pesawat ATR 42-500, berjenis kelamin perempuan dengan name tag diduga bertuliskan Florencia. Saipul Malik, salah satu Tim SAR mengatakan bahwa korban ditemukan sekitar 100 meter dari titik jatuhnya pesawat di lereng curam pegunungan Bulusaraung.
"Begitu Abang dan teman-teman Basarnas dan yang lainnya datang, kita dekati, fix perempuan dan masih ada ini nametag. Nametag perempuan. Saya tidak berani memastikan. Yang dari manifest yang di Manado, awak Manado itu kayaknya. Ester atau Florencia. Florencia kayaknya," ungkapnya.
Demikianlah kronologi penemuan jenazah pramugari pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono. (*)
Artikel Asli


