Gibran Sambangi Ponpes Cipasung, Tabarukan hingga Bicara AI Santri

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita

TASIKMALAYA — Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ke Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi rangkaian silaturahmi yang sarat makna. Kunjungan itu menegaskan relasi pesantren, ulama, dan negara yang dibangun di atas adab serta penghormatan.

Gibran disambut pimpinan dan para sepuh Cipasung, seperti Kiai Ubed Ubaidillah dan Kiai Acep Adang. Dia juga menyambangi kediaman Almarhum sesepuh Pesantren Cipasung, Abah Kiai Koko Komarudin Ruhiyat, sebagai bentuk tabarukan, takziyah, sekaligus napak tilas.

“Mas Wapres langsung ke kediaman Abah sesepuh. Di dalam rumah, beliau diterima oleh seluruh keluarga besar Cipasung dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan,” ujar Khodimul Majelis Dzikir Ponpes Cipasung, Kiai Deni Sagara, Rabu (21/1/2026).

Gus Deni -- panggilan akrabnya -- mengatakan, Gibran juga memasuki ruang khusus yang memiliki nilai sejarah tersendiri. Ruangan itu merupakan tempat Prabowo Subianto pernah menuliskan pesan amanat dari almarhum Abah KH Koko Komarudin Ruhiyat, salah satu pengasuh Ponpes Cipasung sekaligus orangtua Gus Deni, yang saat itu menekankan agar negara memberi perhatian lebih kepada pesantren.

“Mas Wapres melihat langsung ruang khusus itu. Beliau menyampaikan kesannya tentang foto Presiden Prabowo yang sedang mencatat pesan Abah sesepuh. Dan sekarang, pesan itu sudah mulai terwujud dengan dibentuknya Direktorat Jenderal Pesantren,” tutur Gus Deni.

Bagi keluarga besar Cipasung, momen tersebut menjadi pengikat sejarah: jejak silaturahmi Presiden ke-7 Joko Widodo, napak tilas Presiden Prabowo Subianto, dan kini dilanjutkan oleh Wapres Gibran yang merupakan putra Joko Widodo.

Setelah dari kediaman sesepuh, Gibran melanjutkan agenda menuju Gedung Pusat Media dan Teknologi Pesantren Cipasung. Dia meninjau langsung pelatihan AI dan robotik yang tengah diikuti ratusan santri.

Dengan telaten, Gibran berdialog, menyapa, dan menyaksikan presentasi karya santri. Ia mengaku takjub karena dalam waktu singkat para santri sudah mampu menampilkan hasil inovasi berbasis kecerdasan buatan dan robotik.

 

“Beliau berpesan bahwa pesantren adalah pusat ilmu dan akhlak, tetapi santri juga harus siap beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi,” kata Gus Deni.

Saat keluar dari Gedung Pusat Media dan Teknologi Ponpes Cipasung, hujan turun cukup deras. Ajudan telah menyiapkan payung hitam. Namun, momen inilah yang kemudian banyak diceritakan.

“Mas Wapres langsung memegang payungnya sendiri. Saya sempat menawarkan agar saya saja yang membawa payung, tapi beliau menolak dengan halus,” tutur Gus Deni.

“Tak usah, Pak Kiai. Saya yang bersyukur dan berterima kasih sudah diterima dengan baik di sini,” kata Gus Deni menirukan jawaban Gibran kala itu.

Dengan payung hitam di tangannya, Wapres Gibran berjalan menuju Aula Dome Pesantren Cipasung, tetap memayungi kiai muda yang mendampinginya. Gestur sederhana itu dinilai para kiai sebagai cermin takdzim dan akhlakul karimah.

 

“Di pesantren kami diajarkan al-adab fauqol ilmi, adab di atas ilmu. Apa yang ditunjukkan Mas Wapres itu nyata,” kata Gus Deni.

Gus Deni melanjutkan, saat di Aula Dome, Gibran menyampaikan kesannya kembali, termasuk saat melihat foto Presiden Prabowo menuliskan amanat Abah sesepuh. Ia menyebut pesan itu relevan dengan upaya negara saat ini untuk memperkuat peran pesantren, termasuk dalam pendidikan dan teknologi.

Setelah acara, Wapres melanjutkan agenda ziarah ke makam pendiri Pesantren Cipasung, Abah Kiai Ruhiyat, dilanjutkan shalat Ashar, lalu berpamitan ke rumah pimpinan pesantren Kiai Ubaidilah.

“Bagi keluarga besar Pesantren Cipasung, kunjungan ini bukan sekadar agenda kenegaraan. Dari tabarukan ke rumah sesepuh, dialog dengan santri, hingga payung hitam di bawah hujan, semuanya menjadi isyaroh bahwa kepemimpinan, teknologi, dan jabatan sejatinya harus berjalan seiring dengan adab, kesantunan, dan penghormatan kepada ulama,” pungkasnya.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Temui PM Keir Starmer, Presiden Prabowo Resmikan Kemitraan Strategis Baru Indonesia-Inggris
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Silfester Matutina Tak Kunjung Ditangkap, Machmud Arifin: Pak Febri Katanya Jagoan Pak, Mana Nangkep Itu Aja Ngak Bisa
• 1 jam lalufajar.co.id
thumb
Tim SAR Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500 pada Hari Kelima Pencarian
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Menang di Babak 32 Besar Indonesia Masters 2026, Adnan/Indah Ungkap Kunci Bangkit di Istora
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Divhubinter pulangkan buronan red notice Interpol dari Bali ke Rumania
• 19 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.