Bisnis.com, JAKARTA — PT Indonesia Gadai Oke memfokuskan bisnis di segmen barang elektronik hingga kendaraan meski pinjaman jaminan emas tengah meningkat.
Direktur Gadai Oke Danioko Sastra Sembiring menyebut perusahaannya saat ini lebih fokus dalam penyaluran gadai non emas. Menurutnya, bisnis emas lebih berisiko dibandingkan fokus perusahaan saat ini.
Risiko yang dihadapi dalam segmen emas seperti harga logam kuning berkilau yang tengah naik tajam hingga nilai taksiran yang lebih konservatif mengikuti kebijakan perusahaan.
“Loan to value [LTV] kami lebih konservatif dan tenor tidak kami longgarkan berlebihan. Sehingga kalau harga emas turun, kami sudah siapkan buffer taksiran dan pemantauan harga harian supaya risiko tetap terkendali,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip pada Rabu (21/1/2026).
Lebih lanjut, dia membeberkan untuk menjaga bisnis tetap berkelanjutan, Indonesia Gadai terus mendorong pertumbuhan gadai non-emas secara selektif. “Perusahaan juga selalu terus melakukan pertumbuhan dalam SDM untuk terus belajar dan bertumbuh untuk memajukan perusahaan dan yang paling utamanya adalah pelayanan terbaik untuk nasabah,” tegas Danioko.
Dengan cara tersebut, dirinya mengaku hingga periode terakhir total transaksi gadai yang dikelola berada di kisaran nilai pembiayaan mencapai puluhan miliar rupiah. Baginya, ini tumbuh sejalan dengan kondisi pasar serta kebutuhan pembiayaan masyarakat.
Baca Juga
- DBS Indonesia dan Mizuho Guyur Bussan Auto Finance (BAF) Kredit Rp500 Miliar
- BTPN Syariah Ventura Ditutup, Kembalikan Izin ke OJK
- Harga Emas Naik, Gadai ValueMax Fokus Perluas Pembiayaan
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kenaikan harga emas dapat menjadi peluang positif bagi industri pergadaian. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, PMV, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman menyebut, peluang tersebut muncul melalui peningkatan nilai taksiran jaminan yang berpotensi mendorong penyaluran pembiayaan.
“Namun, perusahaan gadai tetap perlu menjaga diversifikasi agunan untuk memitigasi risiko volatilitas harga emas,” kata Agusman dalam lembar jawaban RDK Desember 2025.
Untuk diketahui, misalnya saja harga emas Antam pada perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026), terpantau mengalami kenaikan signifikan, dengan dibanderol Rp2.772.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam termahal kini mencapai Rp2,71 miliar.
Mengutip informasi pada laman Unit Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam paling murah dibanderol Rp1.436.000 berukuran 0,5 gram, naik Rp33.500 dibandingkan perdagangan Selasa (20/1) Rp1.402.500.
Begitu juga harga emas Antam untuk bobot 1 gram yang mencapai harga Rp2.772.000 pada hari ini, naik Rp67.000 dari Rp2.705.000 pada perdagangan kemarin.





