FAJAR, SURABAYA — Persis Solo kembali mengirim sinyal keras ke kompetitor. Setelah merombak skuad secara agresif dengan mendatangkan pemain asing dan lokal berpengalaman, Laskar Sambernyawa kini resmi mengamankan satu kepingan penting di lini belakang: Kadek Raditya. Bek tengah milik Persebaya Surabaya itu didatangkan dengan status pinjaman untuk menghadapi putaran kedua Super League 2025/2026.
Pengumuman resmi disampaikan Persis Solo pada Rabu, 21 Januari 2026. Melalui akun media sosial klub, manajemen menyambut sang pemain dengan optimisme tinggi. “Bergabung untuk memberi jaminan aman di sektor pertahanan. Selamat datang di Surakarta, Kadek Raditya!” tulis Persis. Kalimat itu mencerminkan satu kebutuhan mendesak: stabilitas di jantung pertahanan.
Kepindahan Kadek Raditya sejatinya bukan kejutan total. Rumor telah beredar beberapa hari sebelumnya, terutama setelah Persis gencar berburu bek tengah berpengalaman. Konfirmasi resmi ini langsung disambut positif oleh suporter, yang melihat Kadek sebagai figur ideal untuk memimpin barisan belakang—tenang, berpengalaman, dan terbiasa bermain di bawah tekanan.
Bagi Persis Solo, transfer ini adalah bagian dari proyek penyelamatan musim. Putaran pertama menyisakan catatan pahit: lini belakang rapuh, koordinasi buruk, dan gol-gol mudah yang membuat mereka terjebak di papan bawah. Target putaran kedua sederhana tapi krusial—bertahan di Super League. Untuk itu, perbaikan tidak bisa setengah-setengah.
Kadek Raditya datang melengkapi puzzle yang sedang disusun. Sebelumnya, Persis sudah mengamankan Alfriyanto Nico dari Persija Jakarta untuk sektor sayap pertahanan. Mereka juga mendatangkan dua legiun Serbia, Vukasin Vranes dan Dusan Mijic, untuk memperkuat struktur tim. Masuknya Kadek membuat komposisi lini belakang Persis semakin padat—kombinasi pemain lokal berpengalaman dan asing dengan karakter fisik kuat.
Kadek Raditya Maheswara lahir di Denpasar, Bali, pada 13 Juni 1999. Ia tumbuh dalam jalur pembinaan elite, bermula dari SKO Ragunan pada 2014. Dari sana, Kadek ditempa sebagai bek muda potensial sebelum sempat memperkuat Persab Youth. Fondasi tersebut membawanya ke Timnas Indonesia U-19 pada 2017, termasuk tampil di ajang AFC U-19 Championship.
Karier profesionalnya dimulai bersama Persiba Balikpapan pada musim 2017/2018. Di klub berjuluk Beruang Madu itu, Kadek mendapatkan jam terbang penting. Karakternya sebagai bek disiplin dan kuat dalam duel mulai terbentuk. Pada 2019, ia melanjutkan karier ke Madura United. Bersama Laskar Karapan Sapi, Kadek mencatatkan 39 penampilan dengan total 2.790 menit bermain dan satu gol.
Performa konsisten membuat Persebaya Surabaya merekrutnya pada Juli 2023 melalui skema bebas transfer. Bersama Green Force, Kadek menjadi bagian penting rotasi lini belakang. Ia tampil dalam 58 pertandingan di berbagai kompetisi dengan total 4.444 menit bermain. Nilai pasarnya pun sempat mencapai puncak Rp 3,48 miliar sebelum kini berada di kisaran Rp 2,61 miliar.
Secara keseluruhan di Super League, Kadek telah mengoleksi 92 pertandingan, dua gol, dan 6.829 menit bermain—rekam jejak yang menjelaskan mengapa Persis menaruh harapan besar kepadanya.
Namun transfer ini tak hanya berdampak pada Persis Solo. Di Surabaya, keputusan melepas Kadek Raditya membuka ruang tafsir baru. Persebaya, yang dikenal jarang melepas bek berpengalaman di tengah musim tanpa alasan strategis, diyakini sedang menyiapkan langkah lanjutan. Salah satu spekulasi yang menguat adalah rencana pelatih Bernardo Tavares untuk mendatangkan bek baru—dan nama Yuran Fernandes dari PSM Makassar kembali mencuat ke permukaan.
Yuran Fernandes sejak lama dikaitkan dengan Persebaya. Bek asal Tanjung Verde itu dikenal sebagai salah satu palang pintu terbaik di Super League: kuat secara fisik, dominan dalam duel udara, dan berpengalaman di laga-laga besar. Jika Persebaya benar-benar bergerak, kepergian Kadek Raditya bisa dibaca sebagai sinyal awal pembukaan slot pemain inti di jantung pertahanan.
Bagi PSM Makassar, situasi ini tentu patut dicermati. Di tengah persiapan putaran kedua yang relatif senyap, potensi kehilangan Yuran Fernandes bisa menjadi pukulan besar. Terlebih jika rival-rival langsung seperti Persis dan Persebaya justru bergerak agresif memperkuat skuad.
Persis Solo kini bukan lagi tim yang pasrah pada nasib. Dengan Kadek Raditya sebagai palang pintu baru, mereka berharap pertahanan lebih kokoh dan kepercayaan diri tim terangkat. Sementara itu, dinamika transfer ini berpotensi menciptakan efek domino di klub-klub besar lain.
Putaran kedua Super League 2025/2026 pun kian menarik. Di balik satu pengumuman peminjaman, tersimpan rangkaian sinyal dan manuver yang bisa mengubah peta persaingan. Kadek Raditya sudah berpindah. Pertanyaannya kini: apakah langkah berikutnya akan melibatkan Yuran Fernandes? Waktu dan bursa transfer akan memberi jawabannya.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2022%2F12%2F08%2Fc41cab7e-cfab-463e-8b60-1675d1428799.jpg)

