JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan pengatur lalu lintas liar atau "Pak Ogah" di sepanjang Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, dinilai meresahkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Bukan sekadar memicu kemacetan, aksi nekat para Pak Ogah yang kerap menghadang laju kendaraan secara tiba-tiba bahkan hampir menimbulkan kecelakaan.
Sutar (41), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang setiap hari melintas di kawasan tersebut, mengaku nyaris mengalami kecelakaan fatal di kawasan Grogol akibat ulah pak ogah.
Baca juga: Warga Sebut Pak Ogah Bikin Macet Daan Mogot Makin Parah
Insiden bermula saat Sutar melaju di jalur lurus yang seharusnya menjadi prioritas karena kondisi jalan cukup lengang.
Namun, seorang Pak Ogah tiba-tiba berlari ke tengah jalan untuk menyetop lajunya demi mendahulukan mobil yang hendak berputar balik.
"Dia (pak ogah) dari tengah, ngeliat ada mobil mau putar balik, langsung lari ke depan saya, mau nutup jalan yang lurus," kata Sutar kepada Kompas.com, Rabu.
Sutar yang kaget melihat Pak Ogah tersebut pun langsung menarik rem dalam-dalam agar tak menabraknya.
"Akhirnya kan saya mau enggak mau berhenti, biar enggak nabrak. Hampir jatuh itu saking ngerem mendadak," ujar Sutar.
Namun, alih-alih meminta maaf karena membahayakan nyawa orang lain, Sutar menyebut pak ogah tersebut justru bersikap arogan.
Ia justru disalahkan karena dianggap tidak mau mengalah pada kendaraan yang ingin memutar balik.
Baca juga: Dari Kalideres hingga Grogol, Titik Putar Balik Jalan Daan Mogot Dikuasai Pak Ogah
Padahal, menurut dia, mobil tersebut masih jauh dari titik putar balik dan dirinya masih bisa melintas terlebih dahulu.
"Terus dia malah melototin saya, disangka mau nabrakin dia. Kayak enggak mau ngalah gitu, padahal mah masih bisa jalan dulu," ucap Sutar.
Sutar menduga mobil-mobil di jalanan memang kerap diprioritaskan oleh Pak Ogah karena memberikan uang receh.
"Sering lah kayak gitu, mereka kan ngeduluin yang ngasih duit," sambung dia.